Hot News

4 Pahlawan Nasional Indonesia yang Kurang Orang Ketahui

PIAH.COM – Dahulu bukanlah prihal mudah untuk mendapatkan apa yang diinginkan tetapi banyak orang yang ambil peran dalam hal tersebut. Meski mereka dapat terhulu peluru atau bahkan tercabik dalam goyahan badik. Tetapi bukan langkah mundur yang meraka ambil dan kita dijadikannya alhasil. Merekalah yang di namankan Veteran banyak jasa yang menjadikan kita berada di titik cerah. dan sepantasnya jika kita akan selalu ingat dengan sosok mereka. Sama-sama kita ingat cerita sosoknya sebelum kita tundukan kepala dalam hari meraka (veteran).

4 Pahlawan Nasional Indonesia yang Kurang Orang Ketahui

Tan Malaka 

Tan Malaka adalah salah satu pejuang yang melawan kolonialisme Belanda melalui pemikiran dan gerakan revolusionernya. Tokoh yang lahir pada 2 Juni 1897 di Suliki, Sumatera Barat ini banyak menghabiskan hidupnya di luar Indonesia karena pengasingan oleh pemerintah Belanda. Kebenciannya terhadap penjajahan dan kapitalisme di Indonesia membuatnya berjuang dengan cara mencerdasakan anak bangsa melalui sekolah.

Tan Malaka percaya pendidikan adalah cara penting untuk menciptakan kader pemimpin yang cerdas, serta dapat mengentaskan kemiskinan yang saat itu membelenggu rakyat di bawah penjajahan Belanda.

Selain itu, Tan Malaka melakukan perjuangannya dengan menggerakkan kaum buruh untuk melakukan gerakan mogok kerja dan rajin menyebarkan selebaran propaganda untuk menyadarkan rakyat akan adanya ketidakadilan.

Tan adalah pencetus pertama konsep Republik Indonesia secara tertulis melalui bukunya Naar de Republiek Indonesia pada 1925. Pejuang nasionalis ini menuangkan pemikiran-pemikiran hebat melalui buku-bukunya yang berperan besar terhadap revolusi perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Mohammad Yamin

Prof. Mohammad Yamin adalah salah satu pahlawan nasional perumus ikrar sumpah pemuda. Andil besarnya dalam sejarah Indonesia sudah dimulai sejak beliau menempuh kuliah hukum. Tergabung dalam organisasi kepemudaan Jong Sumateranen Bond, M. Yamin berperan aktif dalam Kongres Pemuda II pada 27-28 Oktober 1928  dan memberikan gagasan untuk meyakinkan penggunaan bahasa nasional yaitu Bahasa Indonesia sebagai landasan utama pemersatu Indonesia.

Pemikiran cerdasnya juga memberikan sumbangsih pada penyusunan UUD 1945. Selain itu, beliau terlibat dalam penulisan buku Proklamasi dan Konstitusi Republik Indonesia pada 1951. Tidak hanya itu, M.Yamin adalah orang penting saat perumusan Pancasila  sebagai landasan ideologi negara bersama Panitia Sembilan dan BPUPKI.

Maruto Nitimihardjo

(Foto Tidak di Temukan)

Maruto adalah seorang pejuang yang berperan penting membentuk jejaring pemuda di Indonesia. Tokoh muda ini adalah salah satu orang yang menggagas gerakan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 dengan mengumpulkan pemuda-pemudi dari berbagai daerah di Indonesia.

Maruto juga terlibat dalam peristiwa Rengasdengklok untuk mendorong Bung Karno dan Bung Hatta agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Beliau adalah orang yang oleh Bung Hatta untuk menyelesaikan konflik antara kaum bangsawa dan ulama di Aceh.

Supriyadi

Supriyadi adalah pemimpin pergerakan pemberontakan terhadap Jepang di Blitar pada 14 Febuari 1945 bersama Pasukan Pembela Tanah Air (PETA). Sebagai anggota PETA yang merupakan pasukan pribumi bentukan Jepang, Supriyadi diangkat sebagai Sudhanco dan bertugas mengawasi Romusha. Melihat ketidakadilan dan perlakukan penjajah Jepang terhadap saudara sesama pribumi, Supriyadi mulai mengumpulkan kekuatan dari PETA dan berkonsultasi pada Bung Karno untuk memulai pemberontakan.

Namanya tercatat sebagai Menteri Keamanan Rakyat dalam Kabinet Republik Indonesia pertama, namun ia tidak pernah hadir pada pelantikan 6 Oktober 1945. Supriadi diduga telah tewas dalam perlawanan PETA di Blitar. ( rev/piah ).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Right Menu Icon