Edukasi

Angkatan Laut Indonesia yang diakui Eksistensinya Dalam Kancah Dunia

Eksistensi Angkatan Laut Indonesia di Kancah Dunia

PIAH.COM – Pada tanggal 30 Mei 2018 lalu, sebanyak 603 prajurit TNI-AL yang tergabung dalam operasi Latihan bersama Multilateral Rim Of The Pacific (RIMPAC) 2018 diberangkatkan dari Dermaga Ujung, Koarmada II Surabaya, menuju Hawai, Amerika Serikat. 

Prajurit marinir melakan pendaratan dari KRI Makassar-590 menggunakan kendaraan Amfibi di Kona, Oahu, Hawaii, Amerika Serikat, Minggu (22/7/2018). Pada Mei lalu, sebanyak 603 prajurit TNI-AL diberangkatkan. Foto: ISTIMEWAH

Satu kompi Marinir, satu tim Kopaska, penyelam, MTT, penerbang dan Dispen diberangkatkan menggunakan dua kapal perang KRI Makassar-590 dan KRI Raden Eddy Martadinata-331.

Prajurit yang tergabung dalam Satgas RIMPAC 2018 bersiap mengikuti upacara pelepasan dengan latar belakang Monumen Jalesveva Jaya Mahe di Dermaga Ujung Koarmada II Surabaya, Rabu (30/5/2018). Pada Mei lalu. Foto: ISTIMEWAH

RIMPAC 2018 merupakan latihan peperangan maritim multilateral terbesar di dunia. 

Prajurit TNI AL yang tergabung dalam Satuan Tugas (SATGAS) Rim Of The Pacific (RIMPAC) 2018 menggelar upacara di atas KRI Makassar-590 dan KRI Raden Eddy Martadinata-331 di Samudera Pasifik Foto: ISTIMEWAH

Latihan dua tahunan ini digagas oleh Armada-3 Kawasan Pasifik, Angkatan Laut Amerika Serikat (Third Fleet Command-United States Pasific Fleet, US Navy) dengan melibatkan 27 negara di Kawasan Amerika Utara, Amerika Latin, Australia, Eropa, dan Asia.

Selama di Hawai, prajurit berlatih penyamaan persepsi dengan pasukan negara lain untuk meningkatkan kemampuan taktis. 

Latihan bersama itu diharapkan mampu mempererat hubungan militer antar negara di kawasan Asia-Pasifik sesuai dengan motto Rimpac 2018 Capable, Adaptive, Partners”.

Satgas Rimpac 2018 berlatih tari kecak di atas geladak KRI Makassar 590 di Perairan Laut Banda, Jumat (1/6/2018). Pada Mei lalu, sebanyak 603 prajurit TNI-AL diberangkatkan ke Hawaii, Amerika Serikat, untuk Foto: ISTIMEWAH

Tujuan utama latihan ini adalah untuk meningkatkan interoperabilitas antar Angkatan Laut di Kawasan Pasifik, sekaligus sarana untuk meningkatkan eksistensi TNI Angkatan Laut dalam melaksanakan operasi dan latihan bersama berskala Internasional. 

Prajurit TNI-AL yang tergabung dalam Satgas Rim Of The Pacific (Rimpac) 2018 berlatih tinju di atas geladak KRI Makassar 590 di perairan Selatan Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (31/5/2018). Pada Mei lalu. Foto: ISTIMEWAH

RIMPAC menunjukkan komitmen negara-negara di dunia untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalitas di bidang keamanan maritim dalam rangka bekerja sama menjaga jalur laut, melindungi kepentingan negara di luar negeri, dan menjamin kebebasan bernavigasi di kawasan pasifik.

Prajurit Marinir Indonesia dan Amerika melaksanakan patroli tempur di Marine Corps Base Hawaii (MCBH), Amerika Serikat, Rabu (4/7/2018). Pada Mei lalu, sebanyak 603 prajurit TNI-AL diberangkatkan ke Hawaii. Foto: ISTIMEWAH

Sejak tahun 2008 sampai dengan 2012, TNI AL telah berpartisipasi aktif dalam RIMPAC dengan mengirimkan Korps Marinir dan Observer. 

Selanjutnya, sejak tahun 2014, TNI AL telah mengirimkan unsur kapal perangnya sebagai komitmen Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dalam memproyeksikan kemampuan maritimnya. (den/piah)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top