News

Bak Lenyap dari Muka Bumi, Kini Lagu Anak Kembali Diperjuangkan oleh Gita Gutawa

Foto: Istimewah

PIAH.COM – Beberapa tahun belakangan, lagu anak bak tenggelam tersapu derasnya arus lagu-lagu dewasa. Ini pula yang disadari oleh Gita Gutawa di dalam ranah musik Indonesia. Sebagai salah seorang pencipta lagu anak yang akhir-akhir ini tengah ditekuninya, penyanyi dan aktris ini ikut merasa prihatin dengan perkembangan lagu anak dewasa ini.

“Aku sering diskusi tentang lagu anak dan segala macam. Menurut aku lagu anak pastinya mesti ada perubahan dari era ke era. Lewat apa yang aku lakuin sekarang, rata-rata, semua lagu anak yang aku tulis mungkin adalah interpretasi aku terhadap lagu anak di era sekarang ini seperti apa. Mungkin temanya juga harus selalu aktif, positif, mudah-mudahan bisa masuk ke anak-anak,” ujar Gita, baru-baru ini, di ajang AMI Award 2017, di Jakarta Timur.

Perjuangan Gita untuk memajukan lagu anak memang tak hanya sekedar omong kosong belaka. Baru-baru ini saja, Gita membuktikan dirinya berhasil menyabet dua penghargaan AMI Award 2017 untuk kategori Pencipta Lagu Anak-anak Tebaik lewat lagu bertajuk ‘Dear Dream’ yang ia ciptakan bersama sang ayah, Erwin Gutawa, dan Ria Leimena, juga untuk satu kategori lainnya yakni Produser/Penata Musik Anak-anak Terbaik.

Pelantun lagu OST “Laskar Pelangi” ini optimistis, dengan bantuan para penggiat musik, lagu anak akan bisa kembali muncul ke permukaan seperti pada tahun kejayaannya. Saat disinggung soal penciptaan lagu anak, artis bernama lengkap Aluna Sagita Gutawa ini mengaku cukup sulit membuat lagu anak dibanding lagu dewasa.

“Sulit sih ya. Karena bedanya kan lucunya lagu anak-anak itu biasanya yang ciptain orang dewasa,” ucap artis kelahiran Jakarta, 11 Agustus 1993 ini.

Untuk bisa mencipta lagu anak, pemikiran Gita tentu harus masuk terlebih dulu ke dalam dunianya anak-anak.

“Kali ini aku juga memang harus berkaca, kalau anak-anak sebenarnya senangnya apa, dan tema-tema apa yang harus aku sampaikan. Jadi memang mungkin yang menantang itu karena temanya jadi terbatas, karena kita ngomongin soal anak-anak. Tapi bagaimana cara membuatnya itu, ya tetap menjadi sesuatu yang fresh dan menarik buat aku,” tukas Gita.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top