Sains

Begini Efek Tubuh Bila Keinginan Menghajar Orang Tiap Kali Marah

marah. Foto: ISTIMEWAH

PIAH.COM – Jika ditanya hal apa yang bisa membuat seseorang marah, umumnya pasti menjawab ada komentar yang menyinggung perasaan, seseorang yang tidak atau gagal mengikuti arahan, pengemudi ugal-ugalan dan sebagainya.

Tetapi, apakah kamu pernah bertanya sebenarnya yang bisa membuat kita marah? Psikolog menemukan ada tiga hal yang bisa membuat manusia marah. Pertama, keinginan, tujuan maupun harapan yang tidak tercapai. Kedua ialah merasa terancam. Dan ketiga adalah berusaha menyembunyikan emosi. Lalu, apa yang terjadi pada tubuh saat kita mulai marah?.

Kemarahan itu dimulai dari otak

Science Class merilis, di dalam otak setiap manusia, terdapat satu bagian kecil yang oleh para ilmuwan disebut dengan amygdala. Bagian otak satu ini memiliki fungsi untuk memproses seluruh informasi yang berhubungan dengan emosi. Kemudian amygdala akan memicu reaksi khusus di tubuhmu.

Contoh reaksi khusus itu adalah pelepasan molekul kimia tubuh. Hal itu terjadi sebagai alarm atau peringatan ke tubuh supaya kamu waspada. Ketika kamu marah, otakmu akan memerintahkan neurotransmiter yang disebut catecholamines.

Ada peran epinefrin dan norepinefrin. Nah, apa tuh?

Saat marah, dua jenis catecholamines akan memainkan peran utama ketika kamu marah. Pada umumnya, mereka disebut dengan hormonepinefrin dan norepinefrin. Namun dua hormon itu lebih populer dipanggil adrenalin dan noradrenalin.

Setelah dua hormon itu terlepas, kamu akan merasakan energi dan kekuatanmu meningkat selama beberapa saat. Jadi, kalau kamu tidak punya pengendalian diri yang kuat, kamu bisa menyerang seseorang. Tapi tolong jangan lakukan itu ya? Kekerasan bukan solusi.

Tapi sebenarnya yang terjadi, tubuh kita telah bersiap untuk melawan sesuatu yang membuat kita marah. Dengan kata lain, ketika kita marah, tubuh mengaktifkan mode pertahanan diri. Itulah sebabnya kamu merasa terdorong dan siap berperang.

Adrenalin yang mengalir di dalam tubuh akan membuat kesadaranmu meningkat. Sehingga kamu bisa lebih waspada. Bahkan adrenalin bisa membuatmu kebal terhadap rasa sakit. Terdengar seperti superhero, kan?

Efek adrenalin dan noradrenalin

Lalu, apa apa efek lain dari kedua hormon itu dalam tubuh kita? Adrenalin dan noradrenalin bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah, denyut jantung dan pernapasan yang lebih cepat. Otot-otot jantungmu lebih aktif berkontraksi dan pembuluh darah menyempit.

Berkeringat dan pupil mata melebar adalah tanda-tanda dari yang terjadi di dalam tubuh. Darah memompa lebih deras sehingga membuatmu siap beraksi. Sekarang kamu tahu mengapa orang yang marah sering memiliki wajah yang memerah.

Manfaat marah yang luar biasa

Pada umumnya, orang-orang hanya melihat satu sisi dari kemarahan yaitu sisi yang buruk. Jika dilihat dari sisi tersebut, jelas akan merusak hubungan sosial dengan orang marah tersebut.

Namun, jika ditinjau dari sisi lain, kemarahan itu mempunyai manfaat besar. Bahkan para psikolog mengklaim kemarahan adalah kekuatan atau kelebihan yang menjadikan manusia berhasil mencapai hal-hal yang tak terpikirkan sebelumnya.

Para psikolog menemukan ada tiga manfaat utama dari kemarahan. Yuk tengok penjelasannya di bawah ini.

Lebih fokus dan gigih

Ketika marah, pasti ada hal yang tidak berjalan sesuai dengan rencana. Kamu telah berjuang sedemikan kerasnya dan layak mendapat penghargaan yang pantas, namun malah berlaku sebaliknya. Zonk!

Psikolog Simon Laham, seperti yang dikutip Science of People, menyebut kemarahan adalah bagian penting saat manusia mengatasi kesulitan. Ketika kamu kesal karena usaha kerasmu ternyata zonk, kamu akan merasa dunia ini tengah menantangmu.

Kemarahan, sebut Psikolog Simon, adalah bahan bakar yang akan mendorongmu untuk terus membuktikan bahwa semua orang salah.

Lebih optimis

Kedengarannya kok kontradiktif ya? Bagaimana mungkin orang marah bisa lebih optimistis. Para peneliti menemukan, orang yang marah lebih berpikir positif tentang masa depan. Soalnya, saat marah, mereka merasa sedang memegang kendali

Dalam sebuah percobaan, para peneliti menempatkan orang dengan suasana hati sedang takut, dan tampak biasa-biasa saja dengan orang yang sedang marah dalam satu ruang. Para objek percobaan itu lantas diberi serangkaian pertanyaan mengenai pencapaian tujuan.

Para peserta yang marah lebih memilih untuk menghadapi tantangan. Karena mereka berfokus pada bagaimana mendapatkan ganjarannya. Sementara di sisi lain, para peserta yang ketakutan enggan menghadapi tantangan karena takut gagal.

Lebih kreatif

Manfaat marah yang terakhir ini juga sama mantapnya. Lain kali kalau kamu marah, gunakan energi marah itu untuk mengerjakan tugas yang sulit.

Soalnya, terdapat sebuah studi yang menemukan bahwa marah, akan meningkatkan energi dan proses berpikir menjadi lebih fleksibel. Hal itu memungkin kamu untuk menemukan lebih banyak ide orisinal daripada yang dapat kamu lakukan dalam keadaan netral.

Sekarang kamu telah mengetahui proses marah dan dan manfaatnya. Dengan begitu, apakah kamu sudah siap untuk marah? Tapi jangan marah-marah lho ya. (den/piah)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top