Edukasi

Benarkah Mie Instan Tak Baik Bagi Kesehatan?

Foto: Istimewah

PIAH.COM – Ada sebagian orang yang mulai meninggalkan mi instan, namun ada pula sebagian orang yang justru tetap mengandalkan mi instan sebagai hidangan cepat dan mengenyangkan. Apalagi saat bulan puasa, mi instan dapat menjadi hidangan ‘penolong’ saat Anda terburu-buru makan sahur. Beberapa fakta tentang rendah gizinya mi instan pun ditangguhkan demi mendapatkan hidangan yang cepat dan lezat.

Meskipun banyak tips yang dapat dilakukan untuk membuat mi instan lebih sehat, namun Anda tetap perlu mengetahui alasan mengapa mi instan sebaiknya dihindari:

1. Proses deep fried
Sebelum dikemas, mi instan diproses dengan cara digoreng menggunakan metode deep fried (semua bagian makanan masuk ke dalam minyak goreng). Bila Anda cermati dalam kemasan mi instan akan ditemukan kandungan minyak yang cukup tinggi. Ini disebabkan oleh proses penggorengan tersebut. Karena kandungan minyak yang tinggi, maka jumlah lemak jenuh dan lemak trans juga akan meningkat.

2. Mengandung tepung terigu olahan
Terdapat beberapa mi instan yang menggunakan tepung maida, yaitu tepung terigu olahan. Meskipun lezat, sayangnya tepung jenis ini hampir tidak ada nilai gizinya.

3. Kandungan sodium yang mengejutkan
Kadar natrium atau sodium dalam mi instan ternyata cukup tinggi, atau sekitar 46 persen. Jumlah ini lebih tinggi dari banyaknya sodium yang harus dikonsumsi dala  satu hari. Kelebihan sodium dapat meningkatkan tekanan darah karena menhan cairan berlebih dalam tubuh.

Mi instan memang penyelamat yang cukup lezat, namun Anda perlu bijaksana dalam mengonsumsinya. Hanya mengonsumsi mi instan saja setiap hari atau bahkan berhari-hari meningkatkan risiko Anda pada kekurangan asupan zat gizi lain seperti protein, vitamin dan mineral.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top