MITOS

Berikut Ragam Mitos yang Sering Beredar Soal Kanker Serviks, Ini Faktanya

Foto : Istimewa

PIAH.COM – Kanker leher rahim atau disebut juga kanker serviks adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim wanita. Sebanyak 500 ribu kasus baru kanker yang menyerang rahim wanita ini ditemukan setiap tahunnya.

Sayangnya, kanker serviks kerap disalahpahami oleh sebagian besar wanita. Mitos-mitos yang tersebar itu pada akhirnya membuat kematian akibat kanker serviks terbilang tinggi. Ada satu orang wanita meninggal setiap dua menitnya akibat penyakit ini. Berikut beberapa mitos yang berbicara seputar kanker serviks.

1. Mitos Kanker Serviks: Tak bisa disembuhkan

Memiliki kanker serviks tak berarti hidup Anda akan segera berakhir. Meski agak sulit diatasi, namun bukan berarti kanker tak bisa disembuhkan.

Semakin dini deteksi kanker dilakukan, semakin tinggi peluang Anda untuk bertahan hidup.

2. Mitos Kanker Serviks Menular

HPV yang menyebabkan kanker serviks ditularkan melalui kontak seksual. Infeksi ini sangat menular. Namun, sel kanker itu tak dapat disebarkan dari satu orang ke orang lain.

3.Mitos Kanker Serviks: Tak dapat dicegah

Dalam kebanyakan kasus, kanker serviks dapat dicegah dengan pemeriksaan rutin.

Secara total, ada sekitar 40 jenis HPV genital. Beberapa di antaranya menyebabkan kutil kelamin, dan sisanya menyebabkan kanker serviks.

Anda bisa mencegah kanker serviks dengan membuat pilihan gaya hidup sehat seperti menghindari rokok dan mempraktikkan seks yang lebih aman.

4. Mitos Kanker Serviks: Positif HPV berarti sudah pasti terserang kanker serviks

Human papilomavirus (HPV) adalah virus yang menyebabkan kanker serviks. Virus ini umum ditemui pada pria dan wanita, serta mudah ditularkan melalui hubungan seksual.

Namun, mendapati virus HPV di dalam tubuh tak selalu berarti pasti terkena kanker serviks. HPV umumnya mampu hilang dengan sendirinya lantaran sistem kekebalan tubuh yang melawan infeksi secara alami.

Yang perlu dicatat adalah tertular virus HPV meningkatkan risiko pengembangan sel kanker di leher rahim.

5. Mitos Kanker Serviks: Tak ada gejala berarti tak ada kanker

Memang, tak ada gejala yang terkait dengan tahap awal kanker serviks. Namun, begitu kanker menjadi invasif, Anda mungkin mengalami beberapa gejala.

Beberapa gejala itu di antaranya nyeri pada panggul, keputihan, dan pendarahan dalam vagina. Ketika kanker menjadi lebih invasif, Anda juga mungkin akan mengalami sakit kaki dan punggung, pembengkakan kaki, dan darah dalam urin.

6. Mitos Kanker Serviks: Semakin sering melakukan skrining, semakin baik

Banyak wanita berkesan bahwa semakin sering ia mengikuti proses skrining, maka kondisi tubuh akan lebih baik. Faktanya, tes tambahan dapat menimbulkan masalah anyar seperti efek samping dan komplikasi kesehatan.

7. Mitos Kanker Serviks: Hanya menyerang wanita berusia lanjut

Ini adalah mitos paling umum yang terdengar seputar kanker serviks. Namun, yang benar adalah bahwa kanker jenis ini dapat menyerang wanita dari segala usia.

Diagnosis prekanker serviks atau displasia rata-rata terjadi pada usia 29 tahun. Sementara kanker serviks invasif biasanya terjadi pada usia 47 tahun.

Meski wanita yang terserang kanker serviks di usia 20-an terbilang jarang, tapi bukan berarti Anda bisa mengenyampingkan pencegahan. Inilah sebabnya mengapa Anda disarankan untuk melakukan skrining secara teratur sejak usia 21 tahun. (faj/piah)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top