MITOS

Ceker Ayam Dapat Picu Kanker, Mitos atau Fakta?

Foto : Istimewa

PIAH.COM – Belakangan ini beredar isu kesehatan yang mengatakan ceker ayam dapat menyebabkan kanker. Sebelumnya, isu tersebut sudah lama tersebar.

Ceker ayam disebut sebagai tempat menimbun ‘end product’ antibiotik dan turunan ‘second hormonal’ akibat ayam broiler mendapat suntikan antibiotik dan hormon selama diternakkan.

Kabar tersebut sontak viral di sosial media. Setelah diselidiki kabar tersebut belum memiliki bukti kuat dan hanya asumsi belaka. Dalam arti hal ini tidak dapat dikatakan sebuah fakta.

“Belum ada buktinya, itu kan baru asumsi. Umur ayam itu kan pendek sampai dia dipotong, kalau dipotong obat hormonnya itu masih ada atau belum habis lalu dimakan menyebabkan kanker, sampai sekarang belum ada buktinya,” kata dr Ramadhan, SpBOnk.

Padahal, penelitian oleh Departemen Ilmu Hewan Universitas Chung-Hsing Nasional di Taiwan menunjukkan bahwa kaki ayam mengandung banyak kolagen.

Kolagen adalah protein utama dalam kulit, tulang, tendon, tulang rawan, dan jaringan ikat kita. Berkat kolagen, tubuh dapat tersambung dan terikat satu sama lain hingga kuat, elastis, dan terstruktur.

Kolagen juga membantu mengganti dan memulihkan sel-sel kulit mati, melembutkan serta mengencangkan kulit, membentuk jaringan fibrosa agar sel-sel baru dapat tumbuh, hingga melindungi organ-organ dalam tubuh seperti ginjal.

Sayangnya, produksi kolagen alami dalam tubuh akan menurun seiring dengan bertambahnya usia kita, dimulai dari sekitar usia 40 tahunan.

Untuk mendapatkan kolagen, banyak perempuan yang sudah berumur rela merogoh dalam koceknya untuk mendapatkan perawatan di klinik kecantikan dengan menggunakan kolagen.

Padahal, kolagen secara alami terkandung dalam ceker ayam yang berharga murah. Selain kolagen, ceker ayam juga kaya akan omega-3 dan omega-6.

Peran omega-3 dan omega-6 sendiri bagi tubuh antara lain untuk pertumbuhan otak dan relaksasi pembuluh darah. Zat ini dapat mengurangi tekanan darah dan mendukung atau membantu sistem imunitas tubuh.

Maka dari itu, bukti yang ditemukan hingga kini adalah ceker ayam memiliki banyak gizi dan manfaat bagi tubuh, sedangkan isu ceker ayam memicu kanker masih bisa dikatakan hanya isu belaka, karena ini berlawanan balik dengan hasil bukti penemuan para ilmuan. (faj/piah)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Right Menu Icon