News

Ceritanya Tidak Sesuai Fakta, Psikolog Periksa Kejiwaan Bocah Yang Mengaku Diculik

Foto : Istimewa

PIAH.COM – polisi interogasi bocah SD usia 9 tahun yang telah mengaku lolos dari penculikan oleh 2 pria tak dikenal di daerah Mojokerto. Beberapa kisah penculikan yang disampaikan oleh bocah kelas 5 SD itu tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.

“Hari ini kami fokus pendalaman interogasi terhadap korban. Saat ini korban dalam perjalanan ke kantor (Kantor Sat Reskrim Polres Mojokerto),” kata Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Muhammad Solikhin Fery, Senin (5/11/2018).

Interogasi ini masih dalam tahap penyelidikan. Menurutnya, tahapan ini ditempuh karena terdapat beberapa bagian dari kisah penculikan yang disampaikan si anak tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.

Salah satunya tentang 2 anak yang disekap si penculik di dalam rumah kosong di Blok A2 No 34, Perumahan Griya Permata Meri, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

“Kisah ada dua anak kecil di dalam rumah itu dia mengakui hanya mengarang cerita. Menurut dia, dia hanya dibawa ke rumah itu. Di situ dia disuruh pelaku ngomong ke orang-orang kalau diculik, lalu dilepas, itu saja,” terangnya.

Kejanggalan berikutnya, terkait kondisi rumah kosong yang disebut anak itu menjadi lokasi penyekapan. Hasil pemeriksaan hingga dini hari pukul 02.00 WIB, dipastikan tak ada orang yang belum lama ini masuk ke dalam rumah tersebut.

“Faktanya di rumah itu tak ada orang masuk. Pintu penuh sarang laba-laba, tak rusak, lantai berdebu tak ada bekas tapak kaki. Kondisi di dalam rumah tak sesuai yang dia ceritakan. Kata dia ada kursi, minuman, lampu. Faktanya tak seperti itu, rumah itu kosong, tak ada tanda-tanda orang masuk belum lama ini,” ungkapnya.

Bocah asal Dusun Trenggumung, Desa Tambakagung, Puri, Kabupaten Mojokerto itu diduga telah mengarang cerita penculikan.

Psikolog Periksa Kejiwaan Bocah 9 Tahun yang Ngaku Diculik

Polisi telah mendatangkan psikolog untuk memeriksa kondisi bocah 9 tahun yang mengaku lolos dari penculikan di Mojokerto karena terindikasi mengarang cerita penculikan.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Muhammad Solikhin Fery mengatakan bahwa hari ini pihaknya mendatangkan psikolog dari Polda Jatim untuk memeriksa kondisi kejiwaan Anugerah. Sebelumnya korban juga menjalani pemeriksaan serupa oleh 2 psikolog dari Surabaya pada Senin (5/11).

“Hari ini psikolog dari Polda sebagai pembanding. Kalau hasilnya sudah saling mendukung, maka cukup dua itu,” kata Fery, Selasa (6/11/2018).

Pemeriksaan melibatkan psikolog ini bukan tanpa alasan. Menurut dia, pemeriksaan kejiwaan terpaksa dilakukan lantaran kisah penculikan yang telah dituturkan Anugerah kerap berubah-ubah.

“Kami ingin mengetahui kondisi kejiwaan anak ini terganggu atau tidak. Karena dia sampai bisa mengarang cerita dan ceritanya itu berubah-ubah,” terangnya. (yan/piah)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Right Menu Icon