News

Dalam Sumpah, Mayjen TNI Berkomitmen Tak Terima Hadiah atau Pemberian Apapun

Foto : Istimewa

PIAH.COM – Mayor Jeneral (Mayjen) TNI (Mar) Suhartono baru saja dilantik sebagai Komandan Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL) pada Kamis (27/12).

Mayjen TNI (Mar) Suhartono dilantik menjadi Komandan Korps Marinir TNI AL menggantikan Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono. Sebelumnya, mantan Komandan Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) itu menandatangani pakta integritas dan mengucapkan sumpah jabatan.

Dalam sumpah, Suhartono berkomitmen tidak akan menerima hadiah atau pemberian apapun dari siapapun yang terkait jabatannya sebagai Komandan Korps Marinir.

“Saya akan menjunjung tinggi sumpah prajurit,” tegas Suhartono di acara serah terima jabatan (sertijab) Komandan Korps Marinir di Lapangan Apel Bhumi Marinir, Cilandak, Jakarta.

Sebagai prajurit lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) 1988, pria yang kini berusia 52 tahun itu siap mengemban tugas apapun.

Upacara sertijab tersebut dipimpin langsung Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji. Siwi yakin Suhartono memiliki kemampuan, sehingga dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

Dalam kesempatan tersebut, Siwi membacakan Surat Keputusan Panglima TNI nomor 1240/XI/2018 tentang pengangkatan dan pemberhentian jabatan di lingkungan TNI.

Suhartono juga pernah menjabat Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut XI Merauke, Komandan Resimen AAL, Asrena Dankormar, Komandan Brigif 2 Marinir, dan Komandan Detasemen Jalamangkara (Denjaka).

Selain itu, Mayjen TNI (Mar) Bambang Suhartono akan menempati jabatan barunya yaitu, Asisten Potensi Maritim Kepala Staf Angkatan Laut (Aspotmar Kasal).

Perombakan jabatan ini, lanjut Siwi, selain penyegaran juga menguatkan TNI AL. Dia menekankan bahwa tantangan Korps Marinir semakin berat dan kompleks sehingga. Dibutuhkan kesiapsiagaan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) yang memadai.

Menurut dia, ancaman ke depan semakin kompleks dan tidak menentu misalnya terorisme, radikalisme, perompakan, narkoba, dan kerusakan lingkungan.

“Tantangan itu yang harus ditanggulangi TNI AL khususnya Korps Marinir yang memiliki multikemampuan untuk menjawab berbagai tantangan tersebut,” ujarnya.

Dalam menanggulangi ketahanan nasional, Siwi memaparkan, selama ini Korps Marinir sudah menunjukkan peran dalam mewujudkan TNI AL yang profesional, modern, berkemampuan proyeksi regional, dan berkomitmen global.

“Hal itu ditunjukkan dengan pembentukan Pasmar-3 di Sorong Papua, pembentukan satuan TNI terintegrasi di Natuna. Pengamanan pulau-pulau terluar dan penugasan di luar negeri,” paparnya.

Siwi mengatakan, TNI AL berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan tempur Korps Marinir dengan modernisasi Alutsista.

“TNI AL berkomitmen untuk terus meningkatkan kemampuan tempur Korps Marinir dengan modernisasi Alutsista, berbagai pelatihan, penugasan, dan validasi organisasi untuk meningkatkan peran serta kehadiran Marinir di medan operasi,” ucapnya.

Dalam acara sertijab tersebut juga ditampilkan berbagai aksi kemampuan Korps Marinir seperti atraksi terjun payung free fall, serangan kilat Detasemen Jala Mangkara (Denjaka), defile pasukan, dan defile kendaraan tempur Korps Marinir.

Selain itu juga ditampilkan kendaraan tempur Korps Marinir antara lain Tank Amfibi BMP-3F, Landing Vehicle Tank (LVT)-7, Roket Multi Laras (RM) 70 Grad, Meriam How-105, Tank Tatra, dan Sea Rider. (faj/piah)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top