Edukasi

Dilema Era Banjir Informasi, Kaum Muda Terjebak sebagai Pelaku dan Korban HOAX

Ilustrasi. Foto: Istimewa

PIAH.COM – Dunia maya semakin banyak dipenuhi informasi yang berisi kabar bohong, fitnah, dan tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Banjir informasi di era post-truth ini menjadikan kabar bohong sebagai suatu kebenaran, karena terus menerus disebarkan dan dipercaya.

Banjir informasi yang diterima masyarakat melalui media berbasis internet atau media sosial sering kali membawa dampak negatif karena banyak menimbulkan konflik. Kabar bohong, fitnah, maupun berita yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya, banyak beredar dan dipercaya sebagai suatu kebenaran.

Ini merupakan fenomena yang meresahkan dan dapat mengancam persatuan bangsa bila tidak diantisipasi. Kabar bohong atau hoax yang beredar saat ini, banyak diproduksi oleh kelompok usia 20 hingga 30 tahun, dan ditujukan pada kelompok usia muda yang aktif di sosial media.

Tidak hanya di Indonesia tapi juga di dunia, itu kebanyakan anak muda, mereka memfabrikasi isu, kalau kita belajar dari era Donald Trump melawan Hillary Clinton, hanya untuk mencari duit, mereka pekerja membuat akun sosmed, membuat blog-blog palsu dan kemudian di situ untuk menyebarkan, dan orang lain bisa membuat share, meretwit, melike dan segala macam.

Mungkin sekitar (usia) 20 tahun sampai 30 tahun, atau mungkin kalau lebih, tidak lebih dari 35 tahun. Termasuk yang kemarin kena itu, ada yang namanya Saracen, MCA, sekali lagi itu bukan masalah agama, tapi kalau mereka sudah pakai kedok agama, sudah pakai apa-apa itu kan harus diwaspadai ya.

Kita tidak pernah mendeskreditkan pelaku hoax itu dari kelompok agama tertentu, tetapi ya memang lebih kepada kontennya itu yang harus kita waspadai. Dan memang yang mudah terpapar juga teman-teman, anak-anak muda juga sasarannya, terutama yang aktivis sosial media.

Perang melawan hoax harus digelorakan di tengah masyarakat, agar tidak menjadi korban pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu. Masyarakat dapat bersama-sama melawan hoax dengan meningkatkan pengetahuan dan literasi media, dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenaran maupun sumbernya.

Sumber-sumber informasi yang benar dapat dimunculkan sebagai pembanding beredarnya hoax di tengah masyarakat, sehingga hoax dapat diminimalisir penyebarannya. Beredarnya informasi hoax di tengah masyarakat dipengaruhi rendahnya literasi masyarakat atas informasi dan media.

Selain itu, ada rasa bangga dan puas dari penerima informasi bila telah menyebarkan informasi itu untuk yang pertama kali kepada orang lain, meski kebenaran informasi itu masih dipertanyakan.

Sebenarnya kan dalam komunikasi itu orang yang menerima informasi pertama itu sering kali kan merasa menjadi seseorang yang lebih berbeda dari yang lain, sehingga setiap kali menerima informasi apakah itu benar atau salah, dianggap bahwa dia orang pertama yang mempunyai informasi, dan akan merasa puas, bangga secara psikologis untuk menyebarkannya kepada orang lain.

Nah sering kali informasi ini belum tentu benar, dia percaya begitu saja, bahkan barang kali tidak sempat memikirkan ini benar atau tidak untuk disebarkan ke yang lain. itu sebenarnya kalau dalam komunikasi ada rasa kebanggaan ketika dia mendapat informasi yang pertama.

Masyarakat khususnya generasi muda, hendaknya tidak mudah percaya dan terlebih dahulu memastikan kebenaran informasi yang diterimanya, sebelum menyebarkan kepada orang lain. Ada banyak piranti atau alat bantu untuk mengecek benar atau tidaknya informasi yang beredar di tengah masyarakat.

Misalnya, Apakah gambar ini benar, atau meme itu benar atau tidak, kan kita bisa mengecek misalnya melalui google, oh iya ini di google kan ada kan cara untuk mengecek itu. Nah ini yang harus kita sampaikan ke teman-teman, terutama anak-anak muda itu bahwa jangan mudah percaya, cek dulu sebelum menyebarkan ke yang lain.

Maka dari itu kita sebagai masyarakat harus memastikan informasi yang beredar adalah benar, untuk menekan penyebaran kabar hoax yang banyak diproduksi melalui berbagai media. Melalui upaya bersama melawan kabar hoax, diharapkan dapat menjadikan Indonesia semakin maju karena lebih mengedepankan pembangunan dan kesejahteraan masyarakatnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top