News

Disebut Anies Tak Punya Izin, Ini Kata Pedagang Food Court di Pantai Maju

Foto : Istimewa

PIAH.COM – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut kawasan kuliner atau food court di Pulau D reklamasi atau Pantai Maju tidak berizin, ia menyatakan hal tersebut hari ini saat diwawancara didaerah Monas, Jakarta Pusat.

Anies mengatakan kafe atau tempat makan di sana seharusnya sudah ditutup. Anies serius menyebut hal tersebut hingga ia mendorong Pol PP untuk segera membersihkan wilayah di Pulau D reklamasi. Lalu, apa kata pedagang disana?

Salah satu pedagang sekaligus pemilik gerai, Sutarno, mengatakan tak mengetahui kalau tempat makan di Pantai Maju tidak memiliki izin.

“Wah, ya nggak tahu saya, nggak tahu saya, Mas. Berita-berita begitu jarang nonton,” kata Sutarno saat ditemui di food court Pantai Maju, Jakarta Utara, Senin (11/2/2019).

Hari ini terpantau ada sekitar 25 kios yang berdiri kokoh di food court Pantai Maju. Biasanya mereka mulai persiapan menjajakan makanan dan minuman sejak pukul 16.00 WIB dan tutup warung paling larut pukul 24.00 WIB.

Sutarno merupakan satu dari 25 pemilik kios yang ada di Pantai Maju. Sutarno biasa menjajakan menu bubur Cirebon. Satu mangkuknya dijual dengan harga Rp 13 ribu.

“Ya kalau masalah pendapatan mah pokoknya bagus, kita nyaman jualan di sini. Di sini kan ramai, apalagi kalau malam Minggu, jam 21.00 WIB sudah habis bubur saya. Kalau hari-hari biasa begini mah biasanya jam 23.00 WIB malam habisnya,” kata dia.

Sutarno membuka gerai di food court Pantai maju sejak pertengahan Januari 2019. Dia mengatakan, gerai yang disewanya masih dalam tahap percobaan selama 6 bulan.

“Depositnya Rp 2 juta. Masa percobaan itu kita bayar deposit doang, nanti sampai 6 bulan baru nanti ada kebijakan lagi. Yang berjalan mah begitu, akan ada evaluasi nantinya,” paparnya.

Sutarno mengatakan tak mau dikaitkan dengan perizinan food court, yang dikatakan Anies tak berizin. Dia mengaku hanya ingin berjualan dan tak tahu-menahu soal izin food court.

“Jadi kami ini istilahnya jangan dibawa-bawalah. Intinya mah pengin usaha di sini. Masalah perizinan tidak ah, nggak mau tahu saya. Yang pertama karena memang saya nggak tahu. Yang kedua, itu bukan bidang kita, bukan porsi kita. Takut salah omong ntar malah ditendang ke laut, he-he-he…. Niatnya kita kan di sini nyari uang, bukan nyari masalah,” jelasnya.

Sementara itu, Wawan, penjaga gerai minuman merek Chapayom, tak tahu-menahu soal legalitas food court di Pantai Maju reklamasi itu. Dia mengaku hanya bekerja.

“Saya jualan di sini juga di suruh orang kantor, saya mah kerja sajalah,” kata Wawan. (faj/piah)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top