Disinformasi

[Disinformasi] Penyebab Utama Kanker, Pemerintah Thailand Musnahkan Ratusan Ribu Babi

Foto: Screenshot, Pusat Informasi Anti Hoax

PIAH.COM – Belum lama ini beredar informasi melalui aplikasi pesan WhatApps secara masif dan sehingga masuk ke redaksi Pusat Informasi Anti Hoax. Salah satu warganet mempertanyakan validasi informasi disertai video tersebut kepada kami.

Narasi informasi yang masuk ke dalam WhatApps redaksi Pusat Informasi Anti Hoax adalah sebagai berikut:

Setelah dilakukan pemeriksaan lewat laboratorium secara besar-besaran dalam beberapa tahun untuk mengetahui penyebab utama penyakit yang menyerang manusia terutama kanker. Thailand mengumumkan dengan terang-terangan bahwa babi dan semua derevasinya adalah penyebab utama kanker. Untuk itu, pemerintah Thailand memerintahkan seluruh babi di Thailand harus dimusnahkan dan dilarang untuk memeliharanya, memakannya, mengimpornya bahkan melarang masuknya produk-produk yang menggunakan bahan-bahan dari babi.

Status: Disinformasi
Video yang digunakan berasal dari salah satu aplikasi terkenal di negara Tiongkok hal ini diperkuat dengan adanya tulisan dan logo dari Weibo, bukan dari Thailand.

Fakta: Informasi ini terkaitan dengan pemberitaan tentang penyebaran wabah penyakit hewan African Swine Fever (ASF). Wabah ini dikabarkan terjadi di beberapa negara, terutama yang memiliki banyak populasi babi.

China menjadi negara pertama di Asia yang terserang wabah penyakit tersebut. Asal tahu saja, populasi babi di sana mencapai sekitar 400 juta ekor, terbesar di dunia. Sejak awal penyakit ini diumumkan pada awal Agustus 2018, sudah 13 provinsi di sana terdampak ASF, antara lain Kota Shenyang, Provinsi Liaoning. Pemerintah setempat sampai memusnahkan puluhan ribu ekor babi untuk menghindari penyebaran penyakit (seperti yang ditunjukan pada video dalam isi pesan tersebut).

Pemusnahan lebih dari 600.000 babi menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, dan khususnya karena Zodiak China memasuki tahun babi, juga telah menimbulkan kekhawatiran tentang kurangnya pasokan daging babi.

Diperkirakan semenjak dari awal agustus 2018 hingga saat ini ada sekitar 680 juta babi di China, yang menyumbang lebih dari separuh produksi daging babi dunia.

Menurut Pusat Keamanan Pangan dan Kesehatan Masyarakat AS (CFSPH), walau virus ini tidak berbahaya bagi manusia, belum ada pengobatan yang ditemukan dan jenis virus tertentu memiliki tingkat kematian 100 persen pada babi.

Menurut CFSPH, ASF bisa ditularkan melalui kontak langsung, sanitasi yang buruk, serangga, dan bahkan melalui daging olahan.

Penyakit ini, diyakini, pertama kali menyebar dari Afrika ke Georgia dalam produk daging babi olahan yang terkontaminasi dengan penyakit.

8 Comments

8 Comments

  1. Trimanto

    February 21, 19 @6:49 pm at 6:49 pm

    Upaya PIAHCOM Melawan hoax sangat bagus.
    Lanjutkan terus.
    Terima kasih.

  2. Herry Wahyono

    February 21, 19 @8:11 pm at 8:11 pm

    Terima kasih ya PIAH.
    Jadi bisa buat recheck dulu suatu berita yg diragukan kebenarannya sebelum ditelan mentah2, apalagi ikut2an ngeshare.

  3. Herry Wahyono

    February 21, 19 @8:16 pm at 8:16 pm

    Makasih ya PIAH.
    Jadi bisa recheck dulu suatu berita yg diragukan kebenarannya sebelum ditelan mentah2, apalagi ikut2an ngeshare.

  4. Bibit raharjo

    February 22, 19 @5:38 am at 5:38 am

    Al Quran mengharamkan babi, bagaimanapun juga pasti ada korelasinya terhadap tingkat bahaya virus dari mengkonsumsi babi.

  5. Takdir Ali Mukti

    February 22, 19 @5:22 pm at 5:22 pm

    Gak konsisten angkanya. Stock 400 jt babi kok produksi 680 jt babi? Pasti Ada yg salah

  6. Grace

    February 23, 19 @5:29 am at 5:29 am

    Populasinya sekitar 400 juta atau 680 juta? Adakah yang hatus dikoreksi?

    • Robi Yanto

      February 25, 19 @2:08 pm at 2:08 pm

      400 juta itu populasi dibulan agustus 2018 bu.. sedangkan 680 juta itu total dari bulan agustus 2018 hingga sekarang. terima kasih sudah memberikan kami koreksi atas pemberitaan diatas

  7. J

    February 23, 19 @8:22 pm at 8:22 pm

    Ini lembaga bagus. Pertahankan. Tapi jangan tebang pilih ya.. hehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top