News

Dituntut 2 Tahun Penjara, Ahmad Dhani: Balas Dendam Kasus Ahok

Ahmad Dhani dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Foto : Istimewa.

PIAH.COM – Musisi Ahmad Dhani dituntut hukuman penjara 2 tahun atas kasus dugaan ujaran kebencian. Ahmad Dhani lalu menyinggung kembali soal Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait tuntutan itu.

“Saya sendiri bingung dituntut 2 tahun penjara karena memberikan ujaran kebencian kepada siapa atau golongan siapa, saya nggak tahu, jaksa juga tidak berani menyebut bahwa itu golongan pendukung Ahok, nggak ada. Jadi abstrak,” ujar Dhani setelah menjalani sidang, Senin (26/11/2018).

Dhani lalu membandingkan tuntutan kepadanya dengan yang diterima Ahok. Dhani menyebut hukuman yang diterimanya adalah bentuk balas dendam.

“Mungkin menurut saya, ini bukan dari JPU, ada dari atas yang bikin tuntutan, karena tuntutannya 2 tahun sama seperti Ahok, ini kayaknya balas dendam. Waktu kasus Ahok, jaksa menuntut 1 tahun, bukan penjara, tapi percobaan, hakim memutuskan 2 tahun,” ujarnya.

Sebelum sidang, Dhani juga menyinggung soal Ahok. Dhani mengaku akan tertawa jika tuntutannya lebih dari Ahok yang divonis bersalah dalam kasus penistaan agama.

“Kita lihat apakah tuntutan lebih tinggi dari Ahok. Kalau dituntut lebih dari Ahok, kita akan terbahak-bahak,” kata Dhani sebelum menuju ruang sidang.

Dhani menyebut hukum Indonesia rusak apabila tuntutan untuknya lebih berat daripada tuntutan untuk Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

“Tuntutan itu akan memberikan gambaran tentang kepastian penegakan hukum di Indonesia, itu adalah kasus saya. Ahok dituntut oleh jaksa 1 tahun masa percobaan. Itu kan artinya dituntut 1 tahun. Kalau dia melakukan lagi tindakan sama, baru masuk penjara,” kata Dhani saat tiba di PN Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Senin (19/11).

“Kalau sampai tuntutan dia (jaksa) lebih dari Ahok, jelas negara ini nggak punya hukum, jelas negara ini rusak, hukumnya sontoloyo, yang buat genderuwo,” dia menambahkan.

Pengacara Ahmad Dhani, Hendarsam Marantoko pun berharap tuntutan dari jaksa dapat menunjukkan konsistensi dalam penegakkan hukum.

“Kita lihat apakah jaksa konsisten dengan penegakan hukuknya terkait dengan masalah Mas Dhani, Pak Ahok dan yang yang lainnya atau tidak,” pungkas Hendarsam

Tuntutan 2 tahun penjara Ahmad Dhani tertuang dalam surat tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (26/11).

Jaksa menyebut Ahmad Dhani melakukan ujaran kebencian yang ditulis dalam akun Twitter-nya. Dhani didakwa melanggar Pasal 45 huruf A ayat 2 junto 28 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016, Junto UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE junto Pasal 55 ayat 1 KUHP. (faj/piah)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top