Hot News

Fakta Bocoran Dagang AS-China Dihentikan!

PIAH.COM – Tim perunding Amerika Serikat (AS) berupaya untuk memperkuat posisinya bila China melanggar janji-janji perdagangannya sebagaimana yang terjadi di masa lalu, The New York Times melaporkan.

Prioritas tertinggi bagi Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan Perwakilan Dagang Robert Lighthizer adalah menetapkan mekanisme pengenaan kenaikan bea impor otomatis terhadap produk China bila ekspornya ke AS terus meningkat, tulis surat kabar tersebut, Selasa (13/2/2019), dengan mengutip tiga orang yang mengetahui hal tersebut.

Kedua pejabat tinggi AS itu sedang berada di China untuk melakukan perundingan dagang dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He Kamis dan Jumat ini. 

Ketika China bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di 2001, negara tersebut berjanji akan mengizinkan investor asing mengakses pasar perbankan dan telekomunikasinya.

Faktanya, Negeri Tirai Bambu masih menutup pintu terhadap perusahaan asing masuk ke sektor itu hingga hari ini.

Delegasi AS ingin memastikan China akan mendapat hukuman bila mengulangi hal tersebut di masa depan.

China memiliki sejarah panjang pelanggaran kesepakatan dagang. Mekanisme seperti ini sebetulnya bukan hal yang baru. Cara serupa pernah diterapkan di 2001.

Ketika China bergabung dengan WTO dan mantan Presiden AS Barack Obama melakukannya di 2009 untuk mengenakan bea impor terhadap impor ban dari China ketika pasar AS terganggu.

Namun, China membalasnya dengan mengenakan bea masuk terhadap mobil dan produk unggas AS. Aturan itu kadaluwarsa di 2013.

Delegasi AS sekarang berupaya membuat China taat akan janjinya dan membuat kesepakatan terkait beberapa isu, seperti perlindungan kekayaan intelektual dan membatasi subsidi pemerintah. (evp/piah)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top