News

Founder Sekolah Selamat Pagi Indonesia Membuka Mindset Sistem Pendidikan Yang Anti Mainstream

seminar parenting and millennial teaching, foto : fiki firmanto

PIAH.COM – Memberikan sebuah pendidikan moral dan formal tentunya harus dilakukan oleh kita para orang tua maupun para guru, dimana hal itu demi dapat menciptakan generasi penerus bangsa yang baik dan berguna untuk negeri.

Tentunya untuk dapat mendidik anak dengan baik haruslah kita menggunakan metode yang baik pula, dan haruslah kita mengerti karakteristik anak, sehingga kita bisa memberikan pendidik dengan konsep yang efektif dengan memasuki hatinya.

Pada Minggu 11/11/2018 ada sebuah kegiatan seminar BSM ( Billionaires Special Meeting ) Parenting and Millennial Teaching, yang diadakan di HDI Hive Menteng, acara tersebut dihadiri oleh ratusan orang tua dan juga guru yang ingin mendapatkan wawasan pendidikan anak di era millennial ini.

Acara yang dipandu oleh Mr. Julianto Eka Putra, founder dari Sekolah Selamat Pagi Indonesia yang berdiri memberikan sebuah pendidikan gratis kepada anak – anak tidak mampu di kota Malang. Beliau merupakan sosok yang bisa dibilang pahlawan pendidikan, dimana ia juga sudah diberikan penghargaan Heroes 2018 oleh sebuah program acara televisi “Kick Andy”.

Berawal dari bisnis HDI, beliau menjadi miliader yang mempunyai misi untuk berbagi dalam hidupnya, lalu ia realisasikan hal tersebut dengan membuka sekolah Selamat Pagi Indonesia pada tahun 2007, sekolah gratis dengan tujuan untuk membangun negeri, dan merangkul anak – anak yang tidak beruntung dalam hidupnya.

Beliau juga menerapkan sistem mendidik tersebut kepada anak – anak di keluarga, dan anak – anak di sekolah Selamat Pagi Indonesia, dalam kegiatan itu ia mengajak perwakilan siswa dari sekolah SPI, dan anak kandung pertamanya Jevon.

Sekolah Selamat Pagi Indonesia tersebut memiliki sistem untuk mendidik para siswa dengan sebuah kemampuan life skill, tak hanya sebuah pelajaran formal saja, seperti belajar untuk berwirusaha dengan membuat produk lalu dijual,  dan juga metode belajar seperti di alam terbuka, sehingga belajar akan lebih menarik. Hingga ada sebuah sutradara yang terinspirasi dengan kisah sekolah tersebut, dan menjadikannya sebuah film layar lebar “Say I Love You” yang akan tayang pada awal tahun 2019 mendatang.

Dalam kegiatan seminar tersebut, beliau memberikan banyak motivasi, tips, ilmu untuk mendidik anak dengan menyesuaikan karakter si anak yang akan dididik, dengan prinsip “PAKSA” ( Pray, Attitude, Knowledge, Skill, Action ) dimana hal tersebut yang haruslah diterapkan kepada anak, menjadikan anak sebagai generasi yang memiliki bekal baik dalam segala hal.

Kegiatan tersebut berlangsung sekitar 4 jam lamanya, dimana dalam kurun waktu tersebut para peserta seminar menjadi terbuka pola fikirnya, sebuah kegiatan yang sangatlah berguna dan menarik, dan harus diterapkan dalam proses mendidik, sebagai bentuk perduli akan generasi penerus bangsa, ( fik/piah ).

2 Comments

2 Comments

  1. Wulan Elisabeth Sumual

    November 12, 18 @6:07 pm at 6:07 pm

    Acara parentingnya bener2 buka mindset Kami sbg ortu, dan anak kamipun sampe tertawa dengerin Pak Julianto tapi blom afdol kalo ga ikut campnya, tapi biayanya lumayan… Ump saya aja ga segitu Pak …
    Oya satu lagi Pak, Kalo ada rekaman/video lengkap parenting kmrn mohon di info Pak, utk bisa di dengarkan kembali bersama keluarga. Terimakasih Pak. GBU

  2. heri sanjoyo

    November 13, 18 @5:36 am at 5:36 am

    acara ini saya rasa sangat bermanfaat karena anak adalah generasi penerus kita shg mereka harus dibentuk dengan pendidikan maupun karakter yg baik dan kelak bisa berguna buat diri sendiri maupun dalam kehidupan bermasyarakat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top