News

Heboh, Kemunculan Babi Ngepet di Atas Atap ?

PIAH.COM – Babi ngepet sebuah mitos pesugihan yang ada di Indonesia, dimana hal ini konon katanya merupakan babi jelmaan manusia yang sedang melakukan ritual pesugihan untuk mencuri uang.

Dengan cara menjelma menjadi babi di malam hari, lalu sang babi akan menggesekan badannya pada tembok rumah yang akan dikuras uang nya, alhasil uang akan berpindah ke rumah sang pelaku pesugihan.

Disatu sisi ada orang yang menjaga lilin di dalam rumah, jika lilin sampai mati maka sang pelaku pesugihan babi ngepet akan meninggal atau dalam kondisi bahaya.

Belum lama ini warganet dihebohkan dengan kemunculan postingan vido di media sosial Facebook, sebuah video yang di unggah oleh akun Sandy Santiko, video itu disebut sebagai penampakan babi ngepet.

Babi tersebut muncul di rumah miliki salah satu seorang warga Kampung Cisanggiri, Kecamatan Cibalong, Garut. Setelah dikonfirmasi ke aparat polisi setempat, ternyata itu hanyalah babi hutan.

“Enggak ada itu babi ngepet. Itu babi hutan saja,” ujar Kapolsek Cibalong AKP Ridwan Tampubolon saat dihubungi detikcom, Rabu 09/01/2019.

Video yang diunggah berdurasi 1 menit 15 detik. Dalam video tersebut, terlihat sejumlah warga tengah mengepung babi tersebut. Di akhir video, terlihat masyarakat memukuli babi itu hingga babi tersebut berdarah-darah.

Sejak pertama diunggah pada Senin 07/01/2019 video tersebut telah disukai 860 orang dan sudah dibagikan lebih dari 3 ribu kali. Beragam komentar menghiasi unggahan itu. Bahkan sebagian warganet menyebutnya sebagai babi ngepet.

“Lain di garebugan kudu nmh di tungkupan ku sarung lamn eta bagong ngepet rubah gera (harusnya bukan dipukulin, tapi di tutup pakai sarung. Kalau itu babi ngepet bakal berubah),” ujar akun Lina Rosemary dalam kolom komentar.

“Babi ngepet jigana. Maenya bisa hiber k luhur (Babi ngepet sepertinya. Masak, bisa terbang ke atas),” ujar akun Budi Doremifasol dalam kolom komentar.

Ridwan mengatakan, babi hutan tersebut akhirnya terpaksa dibunuh lantaran menyerang sejumlah warga. Babi hutan itu mati didor petugas.

Ridwan mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya. Ia juga meminta masyarakat untuk tidak percaya takhayul.

“Check and recheck dulu informasinya. Kalau infonya belum jelas, kemudian disebarkan bisa jadi orang salah menafsirkan,” pungkas Ridwan

Hal tersebut membuat heboh warganet dan juga masyarakat, dimana hanyalah seekor babi hutan biasa yang tidak ada hubungannya dengan hal pesugihan, namun komentar para warganet lah yang menimbulkan salah persepsi di masyarakat, ( fik/piah ).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top