Berita Hoax

[HOAX] Uang Dana Haji ‘Menipis’, Berikut Klarifikasi BPKH

Foto : Screenshot Piah.com

PIAH.COM – Baru-baru ini tengah beredar kabar di sosial media yang menyebutkan keuangan BPKH menipis. Mengetahui hal tersebut Pihak Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menegaskan kabar itu tidak benar alias hoax.

Informasi ini tersebar di medsos berawal dari cuitan pengguna akun Twitter dengan nama tengkuzulkarnain (@ustadtengkuzul) yang menyebut Kepala BPKH memberikan pernyataan bahwa uang BPKH Menipis. Berikut postingan lengkapnya :

 

“Begitu Saudi Arabiya Menambah Kuota Haji Tahun Ini 10 Ribu Seat, Cari Duit Subsidinya 300 Milyar Sudah Pontang Panting. Kepala BPKH Sebut Uang BPKH Menipis. Bagaimana Mau Cari Duit 441 Trilyun Memindahkan Ibukota Negara?
Oh Mama Oh Papa…
Semoga DPR RI Baru Menolaknya. Amin”. tulis akun @ustadtengkuzul.

Terkait kabar terkini, Kepala Badan Pelaksana-BPKH Anggito Abimanyu mengklarifikasi Dia menyatakan tidak pernah mengeluarkan pernyataan yang menyebut keuangan BPKH “menipis”.

“Dana BPKH berkecukupan dan aman. Lebih penting lagi untuk diketahui tidak ada satu rupiah pun dana haji digunakan langsung untuk kepentingan pembangunan infrastruktur,” kata pihak BPKH dalam rilisannya.

Pihak BPKH memberikan klarifikasi terkait kondisi keuangan terkini. Menurut rilis dari Divisi Komunikasi dan Humas BPKH, dana haji yang dikelola oleh badan tersebut hingga April tahun ini mencapai Rp 115 triliun. Yang berarti, ada peningkatan sebesar Rp 10 triliun dalam setahun.

Dana itu juga telah ditempatkan dan diinvestasikan melalui berbagai instrumen keuangan syariah yang dinilai aman dan optimal. Malahan, BPKH memproyeksikan nilai manfaat sebesar Rp 7,3 triliun. Nilai sebesar itu akan digunakan untuk membiayai biaya operasional haji pada tahun ini.

Dalam hal penambahan kuota haji sebanyak 10 ribu jamaah, BPKH mendukung pembiayaannya melalui efisiensi pengadaan dengan mata uang riyal Arab Saudi (SAR) senilai Rp 65 miliar. Selain itu, ada pula optimalisasi nilai manfaat sebesar Rp 55 miliar.

“Dari total kebutuhan biaya Rp 353,7 miliar, BPKH akan memberikan kontribusi Rp 120 miliar, sisanya sebesar Rp 50 miliar dari efisiensi operasional haji oleh Kemenag (Kementerian Agama) dan Rp 183,7 miliar dari APBN,” kata pihak BPKH dalam rilisannya, Rabu (24/4). (faj/piah)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top