Berita Viral Medsos

[HOAX] Viral, Foto Mobil dan Lampu Merah Meleleh Karena Cuaca Panas Extrem di Kuwait

Foto: Istimewa

PIAH.COM – Baru-baru ini sejumlah gambar ‘mengerikan’ yang diklaim disebabkan cuaca ekstrem banyak beredar di media sosial. Dua gambar yang menjadi sorotan adalah melelehnya lampu lalulintas dan melelehnya bagian mobil.

Dirangkum dari berbagai sumber cek fakta, informasi tersebut tidak tepat. Kabar mengenai cuaca panas memang terjadi di Kuwait dan Saudi Arabia, namun gambar ilustrasi yang digunakan yakni rambu lalulintas dan mobil yang meleleh tidak benar.

Mengutip www.vishvasnews.com, pihaknya melakukan penelusuran dan menemukan fakta sesuai dengan cerita, Kuwait dan Arab Saudi mencatat suhu tertinggi di bumi minggu lalu.

Kuwait dan Arab Saudi adalah dua negara yang berbeda. Pihaknya menghubungi departemen cuaca Kuwait dan PRO mereka mengatakan bahwa suhu 63 derajat Celcius direkam pada 8 Juni 2019, dan ada satu korban dilaporkan tetapi foto mobil yang rusak yang ditunjukkan dalam pos viral bukan dari Kuwait.

Seorang pria di Kuwait dilaporkan tewas setelah terkena heatstroke di Kuwait, Selasa (11/6/2019) akibat panas yang cukup ekstrem menyengat negara itu.

Laki-laki yang meninggal karena mengalami sengatan panas itu saat ditemukan di sebelahnya terdapat sejumlah peralatan, sebagaimana dirilis www.msn.com.

Berdasarkan laporan dari Al Rai daily, polisi dan mobil ambulan segera datang begitu mendapat laporan ada laki-laki yang sekarat.

Namun laki-laki itu meninggal tepat ketika mereka tiba. Pihak forensik melaporkan menyebab kematian karena sengatan matahari yang luar biasa panas.

Pada Sabtu (9/6), suhu Kuwait menjadi yang terpanas di dunia yakni 52,2 derajat celcius pada daerah berbayang, namun 63 derajat celcius pada paparan langsung matahari, sebagaimana dilaporkan media Al Qabas.

Di Saudi Arabia, merkuri naik menjadi 55 derajat celcius di Al Majmaah saat siang hari. Kondisi seperti itu diperkirakan akan berlangsung selama musim panas.

Laman cuaca Arabia mengumumkan suhu panas seperti itu juga terjadi di Qatar, Bahrain, dan UAE, lengkap dengan tingkat kelembaban yang juga tinggi.

Fenomena cuaca panas serupa di Kawasan Timur Tengah, pernah juga terjadi di Kuwait pada Juni 2017 lalu.

Lalu bagaimana penjelasan mengenai foto dan video yang memperlihatkan lampu lalu lintas, aspal jalanan, dan body mobil meleleh di Kuwait?

Mengutip dari TribunBali.com, peristiwa tersebut diduga pada 2017 lalu. Video yang dibagikan secara luas ke pengguna media sosial pada hari itu, diawali dengan peristiwa gelombang panas ekstrem di negara itu, lalu diikuti dengan munculnya debu tinggi di udara. Suhu saat itu dilaporkan mencapai 49 derajat Celcius.

Bahkan dalam video yang dibagikan oleh sebuah akun di Youtube membagikan foto-foto suhu panas di Kuwait menyebabkan lampu mobil dan lampu traffic light jalanan meleleh.

Namun menurut The Snopes yang melakukan pengecekan terhadap gambar yang beredar adalah tidak benar.

Mengenai lampu lalu lintas yang meleleh ternyata merupakan akibat dari terbakarnya sebuah mobil yang berada disekitarnya pada 2013.

Kecelakaan tersebut memang terjadi di Kuwait, namun melelehnya lampu lalu lintas bukan karena panas matahari, akan tetapi karena ada mobil yang terbakar di sekitar lokasi.

Masih menurut The Snopes, mobil yang meleleh dibagian belakang terjadi di Arizona. Juga bukan karena udara panas. Bagian mobil yang meleleh tersebut karena adanya kebakaran di bangunan sekitar.

mobil yang meleleh terkena panas Foto: Screenshot Youtube Kasam TV

Tuscon News Now melaporkan bahwa kebakaran terjadi di lokasi kerja dekat apartemen University Vista di Universitas Arizona pada pagi hari 19 Juni 2018.

Dan mengenai gambar gedung yang menampilkan cuaca mencapai 62 derajat pada tahun 2017 juga dinyatakan palsu. Menurut Kuwait Times, gambar ini dimanipulasi.

Ahli meteorologi Adel Al-Saadoun, kepala Observasi Cuaca Fintas, menjelaskan bahwa suhu tidak pernah mencapai 62 ° C di Kuwait dan bahwa laporan seperti itu hanyalah “berita palsu”.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top