Berita Anti Hoax

India Tangkap 10 Orang Yang Terkait Pembunuhan Karena Hoax via WhatsApp

Orang Yang Terkait Pembunuhan Karena Hoax
Orang Yang Terkait Pembunuhan Karena Hoax

PIAH.COM – Kepolisian India menangkap 10 orang terkait aksi main hakim sendiri yang berujung kematian. Para tersangka yang ditangkap diduga terlibat pembunuhan seorang pria yang dituduh menculik anak-anak dalam hoax yang beredar via WhatsApp.

Lebih dari 20 orang tewas dalam serangan serupa di berbagai wilayah India dalam tiga bulan terakhir. Otoritas setempat juga pihak Facebook sebagai pemilik Whatsapp, berjuang mencari solusi untuk persoalan ini.

Selasa (7/8/2018), korban terbaru yang identitasnya tidak diungkapkan ini diketahui dibunuh pada 28 Juli lalu. Namun jasadnya baru ditemukan sekitar seminggu setelahnya atau pekan lalu.

Saat ditemukan, kondisi jasad korban telah membusuk di dalam sebuah sumur. Jasadnya ditemukan oleh warga desa setempat.

Pembunuhan di Dindori ini terjadi sekitar tiga pekan usai seorang wanita tewas dibunuh secara brutal oleh kerumunan orang, yang disebabkan oleh isu bohong atau hoax serupa di media sosial.

Wanita yang tidak disebut identitasnya itu dibunuh pada 19 Juli lalu, setelah para warga mencurigainya sebagai penculik anak.

Kepolisian setempat menyebut korban yang berusia 29 tahun itu diserang oleh kerumunan orang yang bersenjatakan tongkat besi dan tongkat bambu. Penyerangan terjadi di distrik Dindori, Madhya Pradesh.

“Para pelaku melemparkan jasadnya ke dalam sumur dan kabur,” sebut Kepala Kepolisian Dindori, Kartikeyan.

Dituturkan Kartikeyan bahwa warga setempat mulai mencurigai korban yang berasal dari distrik tetangga, setelah rumor beredar luas via WhatsApp soal penculik anak dan pencuri organ dalam manusia berkeliaran di area tersebut.

Selain telah menangkap 10 tersangka terkait kematian korban, Kartikeyan menyebut polisi masih memburu tiga tersangka lainnya. (faj/piah)

Aksi main hakim sendiri seperti ini sebenarnya bukan hal baru di India. Namun semakin menyebarnya telepon pintar atau smartphone hingga ke wilayah terpencil di India telah memudahkan rumor tidak benar menyebar luas dengan sangat cepat.

Bulan lalu, pemerintah India mengancam akan mengambil langkah hukum terhadap WhatsApp. Ditegaskan pemerintah India bahwa WhatsApp sebagai ‘perantara’ penyebaran rumor jahat ‘tidak bisa menghindari tanggung jawab’.

Dalam tanggapannya, WhatsApp menyatakan akan meningkatkan langkah-langkah sebelum sebuah pesan diteruskan atau di-forward ke pengguna lain. WhatsApp juga menyatakan akan membatasi jumlah penerima dari pesan-pesan yang di-forward salah satu pengguna. Diketahui bahwa WhatsApp memiliki lebih dari 225 juta pengguna di wilayah India saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Akurat dan Terpercaya

Pusat Informasi Anti Hoax

Jl. Prajurit KKO Usman dan Harun no 8C, Senen Jakarta Pusat


Email:
Redaksi: redaksi@piah.com
Marketing: marketing@piah.com
WhatsApp 085810008100

FOLLOW US

Copyright © 2017 PIAH.COM

To Top
Right Menu Icon