Informasi Publik

Indonesia Akan Punah? Ini Analisis Lengkap dari Ilmuan Yahudi

Foto : Istimewa

PIAH.COM – Baru-baru ini sedang ramai dibicarakan mengenai ucapan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang mengatakan negara bisa punah jika ia tak menang dalam pidatonya di hadapan para kadernya.

Namun, usut-punya-usut Ilmuwan fisiologi dari University of California, Jared Mason Diamond, juga pernah menyebut kemungkinan Indonesia runtuh atau punah.

“Ada beberapa peradaban yang sudah runtuh (collapse), seperti Somalia dan Rwanda dan bekas Yugoslavia. Ada juga peradaban yang mungkin dekat dengan keruntuhan, seperti Nepal, Indonesia, dan Kolombia,” kata Jared pada Februari 2003.

Jared mengungkapkan hal tersebut dalam waktu sekitar 15 menit menggunakan bahasa Inggris. Pada situs TED yang mempublikasikan ungkapan Jared tersebut juga dilampirkan transkrip resmi dalam 30 bahasa, salah satunya bahasa Indonesia.

Dalam ungkapan tersebut, Jared hanya sekali menyebut kata ‘Indonesia’. Lebih lanjut Jared menceritakan penyebab keruntuhan sebuah peradaban.

“Bila seseorang mengatakan pada Anda bahwa penjelasan keruntuhan peradaban itu faktor tunggal, Anda segera tahu bahwa mereka adalah idiot. Ini adalah hal yang kompleks,” ujar Jared.

Jared merupakan pria kelahiran Boston, Massachusetts, Amerika Serikat (AS) pada 1937. Dia adalah anak dari keluarga Yahudi asal Eropa Timur. Jared pernah meraih penghargaan berkat bukunya yang berjudul ‘Guns, Germs, and Steels: The Fates of Human Societies’ pada 1998.

Ilmuan pemenang penghargaan Pulitzer itu lebih membedah faktor penyebab kepunahan peradaban Viking Norse di Greenland pada 1450. Selain peradaban Viking runtuh, orang-orang bangsa itu pun disebut Jared habis.

Jared menyebutkan ada lima titik yang menyebabkan kepunahan peradaban Viking Norse, berikut ungkapannya.

1. masyarakat secara tak sengaja menghancurkan basis sumber daya yang mereka butuhkan

“Mengapa mereka semua mati? Hal pertama adalah mencari pengaruh manusia terhadap lingkungan: masyarakat secara tak sengaja menghancurkan basis sumber daya yang mereka butuhkan. Dalam kasus Viking Norse, orang Viking tak sengaja menyebabkan erosi tanah dan penggundulan hutan, itu merupakan masalah bagi mereka sebab mereka butuh hutan untuk membuat arang, untuk melebur besi,” tutur Jared.

2. Perubahan Iklim

Penyebab kedua adalah perubahan iklim. Pada akhir 1300-an, iklim di Greenland menjadi dingin. Sebetulnya iklim dingin bukan masalah karena suku Inuit (Eskimo) yang tinggal di Greenland tetap bisa bertahan.

3. hubungan sekutu dengan tetangga

“Hal ketiga dalam daftar saya adalah hubungan sekutu dengan tetangga yang dapat mendukung peradaban itu sendiri. Dan bila dukungan sekutu itu hilang, hal ini dapat membuat peradaban tersebut rentan terhadap keruntuhan. Dalam kasus Norse Greenland, mereka berdagang dengan negara induk, Norwegia, dan perdagangan itu melemah, sebagian karena Norwegia melemah, sebagian karena terbentuknya es di laut antara Greenland dan Norwegia,” papar Jared.

4. Adanya permusuhan dengan tetangga

Faktor keempat, menurut Jared, adalah adanya permusuhan dengan tetangga. Saat itu Viking Norse, kata Jared, bermusuhan dengan suku Inuit.

5. Politik, ekonomi, sosial, dan budaya

Kemudian faktor kelima adalah politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Dalam kasus Viking Norse, faktor budaya membuat mereka enggan menerima atau belajar dari suku Inuit.

“Kebencian mereka pada Inuit, mereka menolak belajar dari Inuit. Itulah bagaimana kerangka lima bagian relevan terhadap keruntuhan dan kepunahan Norse Greenland,” kata dia.

Lalu apakah ada kemungkinan Indonesia punah?

Jared mengelaborasikan gambaran kepunahan Viking Norse dengan kondisi kekinian (atau sekitar tahun 2003 berdasarkan latar waktu Jared berbicara). Salah satu penyebab kepunahan peradaban yang dia generalisasi adalah konflik kepentingan.

Tak ada maksud apapun, namun mengenai analisa dari Jared sudah mulai terlihat beberapa poin yang ia nyatakan di Indonesia.

Jared itu lalu kembali membahas Viking Norse soal pemimpin kelompok itu yang amat menginginkan bertambahnya jumlah pengikut, domba (ternak), hingga sumber daya untuk mengalahkan suku tetangga. Dalam jangka pendek, memang hal itu membuat elite mereka kuat. Tapi dalam jangka panjang, itu justru merugikan masyarakatnya. (faj/piah)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Right Menu Icon