Sains

Ini Beberapa Mitos Melawan Kantuk Saat Berkendara

Mitos Melawan Kantuk Saat Berkendara. Foto: ISTIMEWAH

PIAH.COM – Kelelahan menjadi salah satu faktor terjadinya kecelakaan lalu lintas. Hal ini terjadi lantaran pengendara memaksakan diri dan tidak memahami sifat alami tubuh. Manusia tidak bisa melawan sifat alami siklus 24 jam, seperti kapan tubuh harus beristirahat dan tidur. Sifat alami inilah harus diikuti dan dipahami sebelum berkendara.

Anda tidak dapat melawan sifat alami, sebaiknya Anda mengikuti kondisi tersebut. Tubuh kita bekerja dalam siklus 24 jam yang terdiri dari tidur, makan dan melakukan aktivitas. Rentang waktu yang paling buruk adalah dari tengah malam sampai dengan jam 6 pagi, terang pendiri dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu.

Kondisi fisik yang lelah menyebabkan banyak hal, di antaranya sulit konsentrasi, menguap terus, tidak dapat mengontrol mata, tidak memperhatikan rambu-rambu atau secara tidak sengaja mengemudi terlalu dekat atau tailgate, mengemudi keluar masuk jalur, sulit menegakkan kepala, merasa tidak nyaman dan mudah marah.

Lelah dapat membawa rasa kantuk. Efek mata yang terpejam sebentar 1 detik sama dengan kendaraan berjalan 14 meter. Risiko dari mata terpejam sekian detik ada beberapa macam, seperti berada di jalur lawan tanpa sadar, menabrak kendaraan lain dari belakang, adu kambing. Akibatnya, reflek terlambat, cidera ringan, berat hingga kematian.

Jika terasa mengantuk akibat tubuh lelah atau kurang istirahat, banyak beranggapan meminum kopi dapat membuat tubuh sedikit lebih segar dan mengurangi kantuk. Jika memahami sifat alami tubuh manusia, benarkah hal demikian?

Kopi dapat membuat Anda tetap terjaga. Salah! Stimulan bukan substitusi tidur, hanya membuat Anda merasa sigap dalam waktu yang pendek. Bila Anda kurang tidur, Anda tetap akan tertidur sebentar atau micro-sleeps walaupun Anda minum kopi. Micro-sleeps (tertidur) dapat terjadi 3-5 detik, dan mematikan bila Anda sedang mengemudi. Kafein membutuhkan waktu 30 menit untuk mempengaruhi sistem tubuh Anda, jelas Jusri.

Ada pula beranggapan, kalau belum terlalu lelah jalan terus. Ini juga cara yang salah. Menurut Jusri penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidak lelah sekalipun dapat tertidur dalam ruang yang gelap.

Bila Anda kira Anda tidak dapat tidur, rebahkan kursi dan istirahat selama 15 menit. Anda akan terkejut setelah istirahat. Kunci pintu dan pastikan cukup ventilasi. Tentu Anda masih ingin bangun kembali, kan?, tukasnya

Mitos lainnya melawan kelelahan, ada anggapan jika orang berusia muda tidak membutuhka tidur yang terlalu lama. Ini juga salah. Sebetulnya remaja dan yang berusia muda membutuhkan lebih banyak tidur dibanding mereka yang berumur 30 tahunan.

Remaja dan mereka yang bangun pagi cenderung merasa lebih segar pada malam hari, sehingga mereka berpendapat mereka tidak membutuhkan tidur terlalu banyak. Hiburan bagi remaja umumnya menstimulasi sehingga mereka tetap segar, yang akan stop begitu stimulasi berhenti, katanya.

Jadi, kata Jusri, melawan kelelahan adalah dengan cara membayar kekurangan tidur, dalam arti tidur lebih cepat untuk beberapa hari saja. Lalu perbaiki pola makan agar gula darah menjadi lebih stabil atau konstan.

Pastikan pola tidur dan bangun tidak berubah-ubah. Pahami ritme circadian tubuh Anda dan tidak melawan ritme tersebut, imbuhnya. (den/piah)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top