News

Ini Imbauan Polri Terkait Kabar Hoaks Penculikan Anak di Media Sosial

Ilustrasi. Foto: Istimewa

PIAH.COM – Baru-baru ini, masyarakat yang tengah digegerkan dengan isu penculikan anak yang terjadi di sejumlah daerah melalui media sosial. sementara pihak Polri yang mengatakan, jika isu penculikan anak itu hanyalah kabar bohong belaka atau hoaks.

“Itu hoaks, sudah diklarifikasi oleh tim Siber Polri. Sejauh ini polisi belum menerima laporan dari masyarakat terkait masalah penculikan itu,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo.

Disini Polri yang menyampaikan kepada masyarakat supaya lebih cerdas saat menyikapi informasi, berupa video ataupun gambar yang beredar di media sosial. dimana masyarakat yang diimbau untuk tidak menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya.

“Kalau ragu-ragu silakan untuk diklarifikasi dan dikonfirmasi ke kepolisian terdekat. Jadi info-info yang tersebar itu mohon maaf sebagian besar hoaks,” katanya.

Selanjutnya pihak Polri yang meminya kepada masyarakat untuk tidak mudah main hakim sendiri saat menemukan orang yang mencurigakan. Ditambah mengenai beredarnya kabar yang menyatakan rata-rata pelaku penculikan yang berpura-pura sebagai orang gila.

“Kalau melihat orang yang mencurigakan, sebaiknya lapor kepada petugas terdekat, kepolisian atau Ketua RT/RW. Jangan melakukan tindakan-tindakan main hakim sendiri, karena itu akan merugikan semua pihak,” ucap Dedi.

Seperti yang dikabarkan pada Jumat, 26 Oktober 2018 siang, dimana para warga yang telah menangkap tiga perempuan bercadar di salah satu yayasan sekolah kawasan Rajabasa, Bandar Lampung yang dicurigai sebagai pelaku penculikan. Sehingga masyarakat yang menjadi resah soal maraknya isu penculikan anak dibawah umur yang beredar luas di media sosial.

Kemudian warga yang lantas menyerahkan ketiganya kepada pihak polisi. Melalui hasil pemeriksaan petugas, ketiga perempuan tersebut malah akan menolong dua siswa SD kakak beradik.

Diketahui ketiganya merupakan bibi dari siswa SD itu. dimana mereka yang berniat untuk menjemput dua keponakannya tersebut untuk dibawa pulang ke kampung halaman di Way Kanan.

Disebabkan orangtua mereka tak sanggup lagi membayar asrama sekolah. Kemudian polisi yang akhirnya mengizinkan ketiga perempuan bercadar tersebut membawa keponakannya pulang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Right Menu Icon