News

Ini Kebenaran Rumah Tahan Gempa 15 Juta di Lombok Utara

Model rumah tahan gempa di Merapi. ( Foto : Istimewa )

PIAH.COM – Banyak netizen yang mencari tahu soal kebenaran rumah yang tahan akan gempa seharga 15 juta per unit di lombok utara, berita tersebut menjadi topik pembicaraan dihampir seluruh tanah air.

Apakah berita tersebut benar atau hoax saja? yuk simak berita yang sudah PIAH.com analisa dari berbagai sumber.

Diketahui, gempa bumi akhir-akhir ini selalu melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tragedi tersebut memakan korban hingga mencapai 548 jiwa.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, total keseluruhan gempa bumi yang mengguncang Lombok selama satu bulan terakhir berjumlah 1.973 gempa bumi.

Bahkan kerugian Lombok akibat kejadian tersebut memakan hingga Triliun-an rupiah. Banyak rumah dan tempat wisata yang hancur dan tak sanggup menghadapi guncangan gempa yang hampir terjadi disetiap harinya.

Hingga saat ini kondisi di Lombok masih belum kondusif, masih banyak pengungsi yang tinggal dipengungsian karena kehilangan rumah atau tempat tinggalnya pasca diterjang gempa bumi.

Akhir-akhir inipun hujan mulai mengguyuri sebagian daerah Lombok, NTB. Walaupun belum lebat, hujan dikabarkan akan menimbulkan masalah baru bagi pengungsi, terutama anak-anak yang tinggal di tenda-tenda pengungsian.

Mereka akan mudah terserang penyakit. Solusi tempat tinggal permanen sangat dibutuhkan untuk mereka. Walaupun begitu warga pengungsi di Kabupaten Lombok Utara yang terkena dampak gempa masih khawatir dan trauma akan datangnya gempa kembali.

Faktor ini tidak mengherankan lagi, karena tragedi gempa yang bertubi-tubi dalam sebulan di Lombok ini membuat mereka takut untuk kembali ke rumah dan lebih memilih untuk tinggal di tenda pengungsian.

Lalu hadirlah kabar baik untuk para pengungsi yang ingin membangun rumah kembali dengan ‘Rumah Tahan Gempa’. Saat ini rumah tahan gempa tersebut sudah berdiri sebanyak 80 unit di Desa Obel-Obel, yang dibangun secara gotong-royong.

Di Dusun Orong Rumput, Desa Wedana pembangunan sudah memasuki persiapan untuk 230 unir rumah.

Rumah tahan gempa ini berbahan kayu untuk rangka dan dinding dasar batu bata setinggi 60 sentimeter.  Selebihnya, dinding rumah terbuat dari bambu yang dianyam atau gedek.

Ukuran rumah sederhana permanen tersebut 6 x 6 meter. Beratap seng dan berlantai semen. Ukuran tersebut cukup untuk satu keluarga kecil. Proses pembuatannya dilakukan secara gotong-royong. Bahan bangunan sebagian mendaur ulang rumah lama. Waktu pengerjaan tergolong cepat, hanya tiga hari.

Lalu bagaimana dengan biaya yang ditarif? Dilaporkan, biayanya cukup murah, yaitu Rp 15 juta per unit. Proses pembuatannya cepat. Setiap rumah yang bisa diselesaikan tiga hari, jumlah pekerjanya pun hanya 4 orang untuk satu unit.

Selain tempat tinggal, pengungsi juga menghadapi persoalan air bersih. Sumur mendadak mengering setelah lindu. Warga mengandalkan kiriman dengan truk tangki dua hari sekali. Karena pasokan air setiap desa terbatas, penduduk harus berhemat. Mandi cukup sekali dalam sehari, selebihnya air diutamakan untuk dikonsumsi.

Kegiatan pendidikan belum pulih. Murid sekolah dan santri pondok pesantren tidak bisa belajar karena gedung tempat belajarnya roboh. Kesulitan sudah sedikit tertangani. Bantuan dari berbagai kalangan telah berdatangan.

Sejumlah lembaga mengambil bagian memulihkan keadaan. Salah satunya Johari Zein Foundation bersama Baitul Maal Muamalat, yang konsentrasi membantu memulihkan kondisi bencana di Lombok Utara.

Lembaga tersebut memprioritaskan kebutuhan penduduk yang paling mendesak.

“Ada lima program yang dijalankan, membangun tempat tinggal, pengadaan air bersih dan sanitasi, mengatasi sampah, menghidupkan roda ekonomi dan membangun tempat ibadah serta sekolah,” kata Andrianto, Direktur Johari Zein Foundation dalam rilisnya, Kamis, 6 September 2018.

 

Rumah Tahan Gempa di Lombok Utara Benar atau Hoax?

Jadi kabar rumah anti atau tahan gempa dengan harga Rp 15 juta per unit ini benar adanya, karena masih ada kemungkinan akan terjadinya lagi gempa susulan di Lombok, metode ini dapat menimbulkan dampak positif bagi para pengungsi korban gempa.

Mari kita berdoa untuk Lombok, semoga rumah mereka yang roboh akibat gempa bisa di perbaiki lagi, dan untuk setiap insan yang menjadi korban tragedi tersebut dapat sabar dan tetap tegar menghadapinya. (faj/piah)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Right Menu Icon