Tekno

Insiden Teror Masjid New Zealand, Facebook Perketat Akses Live Streaming-nya

Foto : Istimewa

PIAH.COM – Sebagai platform media sosial terbesar didunia, Facebook memperketat aturan streaming video di platformnya. Seperti diketahui, jejaring sosial besutan Mark Zuckerberg ini pernah miss pada insiden aksi teror yang terjadi di Masjid di Christchurch, New Zealand.

“Banyak orang mempertanyakan bagaimana platform online seperti Facebook digunakan untuk mengedarkan video mengerikan tentang serangan itu,” kata Sheryl Sandberg, chief operating officer Facebook, Minggu (31/3).

Diketahui, sang pelaku melakukan teror sembari melakukan live streaming (Siarang langsung) berdurasi 17 menit di Facebook. Selama itu pula tidak ada tindakan apapun dari Facebook secara real-time untuk mencegah penyebaran video mengerikan tersebut.

“Setelah serangan teroris, kami mengambil tiga langkah yaitu memperkuat aturan untuk menggunakan Facebook Live, mengambil langkah lebih lanjut untuk mengatasi kebencian di platform kami, dan mendukung komunitas Selandia Baru,” tambah Sandberg.

Facebook juga dikabarkan akan lebih berinvestasi untuk meningkatkan perangkat lunak. Perangkat lunak untuk mengidentifikasi video atau gambar kekerasan dan mencegahnya dapat dibagikan atau dikirim dengan cepat.

“Sementara itu, video asli serangan Selandia Baru dibagikan secara langsung, kami tahu bahwa video ini menyebar terutama melalui orang-orang yang membagikan ulang dan mengeditnya kembali untuk membuat sistem kami lebih sulit untuk memblokirnya,” pungkas Sandberg. (faj/piah)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top