Berita Hoax

Jangan Percaya, Info Glugea ‘Tumor’ di Perut Sarden itu Hoax!

Foto : Istimewa

PIAH.COM – Pesan berantai tentang tumor mirip telur di perut ikan sarden kembali bikin resah belakangan ini. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sampai membuat pernyataan soal itu.

Dalam pesan berantai tersebut, disertakan gambar ikan sarden dengan perut terbelah. Ada bulatan-bulatan yang dikatakan mirip telur ikan, namun disebukan pula bahwa sebetulnya bulatan-bulatan tersebut adalah tumor akibat cemaran logam berat.

“Tumor cancer dari ikan, akibat logam berat, jangan dianggap telur ikan lalu dimakan. Kalau ibu hamil yang makan, anaknya jadi ABK tipe autistik. Bantu sebarkan,” demikian bunyi pesan berantai tersebut.

Disertakan pula dalam pesan berantai tersebut, sejumlah foto pria dengan kulit bersisik yang disebut merupakan dampak dari tumor dalam perut sarden.

Sebenarnya, pesan berantai yang dipastikan adalah hoax ini sudah beredar sejak lama. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 2017 telah membuat klarifikasi, namun sepertinya tidak membuat peredaran hoax ini terputus.

“Isu mengenai adanya kandungan logam berat beracun yang menyerupai telur pada komoditas ikan sarden di Indonesia seharusnya tidak muncul kembali,” tulis KKP dalam keterangannya untuk wartawan, seperti dikutip Jumat (27/7/2018).

“Hal ini dikarenakan kabar tersebut tidak benar dan sudah ada informasi resmi dari KKP sejak 6 November 2017,” lanjutnya.

 

Bulatan-bulatan mirip telur yang disebut tumor dalam pesan berantai, ternyata adalah parasit Glugea sardinellensis.
Bulatan-bulatan mirip telur yang disebut tumor dalam pesan berantai, ternyata adalah parasit Glugea sardinellensis. Foto: Internet

Dijelaskan oleh KKP, ikan sarden yang ditampilkan dalam hoax tersebut berasal dari family clupeidae yang tidak dijumpai di Indonesia. Sedangkan bulatan mirip telur tersebut bukan tumor, melainkan parasit Glugea sardinellensis (sejenis protozoa atau parasit). Parasit ini membentuk perisai yang tumbuh menjadi bulatan-bulatan berukuran 1-18 mm yang disebut xenoma.

“Dapat dipastikan bahwa benda mirip telur atau kristal tersebut, bukan diakibatkan oleh cemaran logam berat,” tegas KKP.

Terkait gambar pria dengan kulit bersisik akibat cemaran logam berat di ikan sarden, Dr dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK dari D&I Skin Centre Denpasar, menyebut gambar tersebut kemungkinan bukan kanker kulit seperti disebut dalam hoax tersebut. Kanker kulit, menurut dr Darma tidak langsung menyebar ke seluruh tubuh.

“Kalau melihat foto kemungkinan itu adalah alergi. Bisa alergi dari sesuatu yang dimakan atau reaksi alergi iritasi terhadap bahan yang bersentuhan dengan kulit,” sebutnya. (faj/piah)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Right Menu Icon