Hot News

Kabar Gelar Prabowo-Sandi Tidak Ditulis, Ini Klarifikasi KPU

( Screenshot : Piah.com )

PIAH.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah merilis video iklan Pilpres 2019 yang menampilkan pasangan capres-cawapres. Video tersebut sontak menjadi bahan pembicaraan yang panas di masyarakat.

Sejumlah warganet mempersoalkan video yang dibuat KPK itu karena tidak ada gelar yang dicantumkan di nama pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Iklan yang dipersoalkan ditampilkan di Youtube resmi KPU berjudul “Yuk Kenali Peserta Pemilu Serentak 2019”. Materi iklan serupa juga sudah lebih dahulu ada di situs KPU.

Dalam iklan tersebut, nama pasangan nomor urut 01 tertulis ‘Calon Presiden Ir. H. Joko Widodo’ dan ‘Calon Wakil Presiden Prof. Dr. (H.C) KH Ma’ruf Amin’. Sementara itu, nama pasangan nomor urut 02 ditulis ‘Calon Presiden H. Prabowo Subianto’ dan ‘Calon Wakil Presiden H. Sandiaga Salahuddin Uno’.

Mengetahui hal tersebut, KPU melalui akun resmi Twitternya @KPU_ID memberikan cuitan klarifikasi.

“KPU memperlakukan seluruh peserta pemilu scra adil & setara, sesuai aturan perundangan… Terkait pencantuman gelar pd nama calon, itu jg sesuai dgn pendaftaran yg dilakukan oleh yg bersangkutan sndri & dokumen yg diserahkan kpd KPU…,” cuit akun resmi Twitter milik KPU.

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan pihaknya hanya mengikuti formulir pendaftaran yang diisi oleh masing-masing calon.

“Nanti dilihat pada saat pendaftarannya seperti apa. Formulir pendaftarannya itu yang kita kutip tulisannya seperti itu. Misal H-nya satu, M-nya dua pakai huruf A, pakai huruf U. Di situ yang kita tulis,” ucap Arief di kantor KPU, Senin (17/12/2018).

Dari pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi juga memberikan pernyataan terhadap iklan KPU tersebut. Melalui Juru Debat BPN Prabowo-Sandiaga, mengatakan memang sengaja tidak mencantumkan gelar.

“Sementara ini dianggap belum perlu (mencantumkan gelar),” ujar Juru Debat BPN Prabowo-Sandiaga, Ahmad Riza Patria, Senin (17/12/2018)

Riza menjelaskan, tidak ada alasan khusus mengapa pihaknya memilih tidak mencantumkan gelar Prabowo-Sandiaga. Menurut dia, umumnya, orang yang bersekolah di luar negeri memang kerap memilih tidak memajang gelarnya di belakang nama.

Hal itu berbeda dengan kultur di Indonesia. Di Indonesia, masyarakat pada umumnya senang menulis nama disertai gelarnya. Menurut Riza, hal itu kembali pada selera masing-masing.

“Sampai hari ini memang tidak ditulis gelarnya. Sandi juga, sekalipun dia sekolah di luar negeri, S1 di Amerika, S2 di Amerika, tidak ditulis gelarnya. Cuma haji-nya aja ditulis. Ya nggak ada masalah, cuma biasa orang kan memang, orang itu kalau sekolah di luar negeri rata-rata tidak tulis gelar. Umumnya begitu,” tuturnya.

“Dua-duanya maksudnya baik. Yang menulis gelar maksudnya baik, yang tidak menulis gelar juga maksudnya baik. Yang penting namanya jelas, dikenali masyarakat. Siapa yang dimaksud di foto itu dengan nama tersebut, dan siapa yang dipilih,” imbuh Riza.

Anggota Komisi II DPR itu mengatakan, di era modern ini, masyarakat juga dinilainya tidak akan kesulitan untuk mencari tahu latar belakang pendidikan pasangan capres-cawapres.

Yang terpenting, masyarakat sudah mengetahui bahwa ada dua pasangan yang akan maju dalam Pilpres 2019, yakni Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandiaga.

Menilik profil Sandiaga Uno, mantan Wagub DKI ini adalah lulusan Wichita State University pada 1990 dan George Washington University pada 1992. Sementara itu, Prabowo mengabdi di TNI hingga pensiun dengan pangkat Letjen. (faj/piah)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top