Edukasi

Kapolda Jatim Himbau Agar Santri Tidak Mudah Termakan Kabar HOAX

Foto: Beritacenter

PIAH.COM – Sejatinya media sosial digunakan untuk mencari teman ataupun sekedar berbagi momen disaat tertentu. Namun sayang kini media sosial menjadi sosok mengerikan saat kabar palsu alias hoaks mulai bertebaran.

Berita hoaks paling ekstrem adalah soal informasi penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet yang bikin wajahnya bengkak. Beruntung hoaks ini cepat terbongkar.

Untuk membentengi warga Jawa Timur dari hoaks ini, Luki mengajak para ulama dan umaroh untuk ikut berperan serta menjaga warganya, khususnya para santri agar tidak mudah termakan hoaks di medsos.

“Kepada semua warga Jatim agar tidak serta merta menerima isu-isu yang belum jelas kebenarannya,” imbau Luki kepada santri di Pesantren Darussalam, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, Selasa (9/10).

Di acara yang juga dihadiri Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas itu, Luki menyebut, berita bohong di medsos yang sengaja disebar itu bertujuan untuk memecah belah persatuan dan kesatuan.

“Karena bisa saja informasi yang berkembang, khususnya di media sosial adalah isu hoaks yang sengaja disebarluaskan untuk memecah belah persatuan dan kesatuan,” analisanya.

Pun begitu saat silaturahmi ke Pengasuh Ponpes Nurul Islam, Jember, KH Muhyiddin Abdussamad, Luki mengimbau kepada para santri untuk memperkuat keimanan dan ilmu agamanya untuk menangkal isu hoaks yang beredar secara masif tersebut.

“Apabila kita menjalankan segala sesuatu dengan ketaqwaan, InsyaAllah ilmu yang didapat adalah barokah dan amanah,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Right Menu Icon