News

Kapolres Malang Minta Warga Jangan Terprovokasi Berita Hoax dan People Power

Foto: Istimewa

PIAH.COM – Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung menghimbau kepada pendukung pasangan Calon Presiden (Capres) 2019, dan masyarakat Kabupaten Malang jangan gampang terprovokasi berita-berita hoax di media sosial (medsos), yang mana akan terjadi gerakan rakyat atau people power. Sehingga semua masyarakat tetap menjaga kedamain, dan jangan mau di adu domba hanya kepentingan sesaat.

“Kami percaya pendukung kedua pasangan Capres lebih mengedapkan kedamaian. Selain itu, masyarakat Kabupaten Malang memiliki kedewasaan berpolitik dan berdemokrasi yang baik dan penuh kekeluargaan. Hal itulah yang menciptakan suasana Pemilu yang aman, lancar dan tertib,” kata Yade.

Selain isu adanya people power, lanjut dia, juga masih terjadi isu masalah anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Perlindungan Masyarakat (Linmas), serta pihak Kepolisian. yang saat melaksanakan tugas meninggal dunia.

Sedangkan meninggalnya anggota KPPS, Linmas, dan beberap aanggota Polri, hal itu disebabkan sakit. Sedangkan kematiannya bukan penyebab yang lainnya, seperti pada isu-isu yang berkembang di medsos.

Dirinya juga memberikan apresiasi yang cukup tinggi kepada masyarakat Kabupaten Malang. Karena dengan kedewasaan berpolitik dan berdemokrasi yang baik, maka Pemilu 2019 di Kabupaten Malang berjalan aman, sukses dan kondusif.

Padahal, tahapan pemilu ini sangat panjang dan melelahkan. Untuk itu, mari kita bersama-sama menjaga terus suasana kondusif di Kabupaten Malang.

”Jaga persaudaraan yang sudah terjalin sangat baik selama ini, dan jangan karena Pemilu terjadi perpecahan diantara warga,” tegasnya.

Secara terpisah, salah satu anak dari Subagyo anggota Linmas yang menjaga di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 24, Desa Ngijo, Kecaamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Danis Tri Maharani juga meminta kepada penggugah di medsos, serta pendukung pasangan Capres, agar tidak membuat berita-berita yang tidak benar terhadap bapak saya, terkait meninggalnya bapak.

“Bapak meninggal dunia, pada 21 April 2019, karena sakit, sebab telah memiliki riwayat penyakit jantung. Dan bapak sendiri saat meninggal dunia di rumah, tidak sempat dibawah ke rumah sakit. Sehingga dengan meninggalnya bapak saya ini, jangan dihubung-hubungkan dengan politik,” pintanya.

Danis melanjutkan, bapak saya juga pernah terkena serangan jantung yang pertama, dan serangan jantung kedua bapak langsung meninggalkan kami, kakak, serta adik-adik.

Sedangkan kematian manusia itu rahasia Ilahi, kita semua tidak mengetahui kapan kita mati. Sehingga kematian bapak saya ini jangan diseret-seret pada persoalan politik, kasihan bapak.

Disisi lain, dia mengaku, jika dengan meninggalnya bapak saya, dirinya telah menerima Piagam Penghargaan dari Gubernur Jawa Timur (Jatim) Hj Khofifah Indar Parawangsa, yang diberikan di Kantor Grahadi Surabaya, pada 25 April 2019.

Sedangkan piagam tersebut diberikan pada ahli waris, karena Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim telah menghormati Jasa-Jasanya Dalam Melaksanakan Tugas Negara Sebagai Penyelenggara/Petugas Pengamanan Pemilu Tahun 2019. Dan Gubernur Jatim Turut Berduka Cita Atas Nama Negara dan Bangsa Indonesia.

“Selain Piagam Pengharagaan yang diberikan, Gubernur Jatim juga memberikan santunan atas meninggalnya bapak saya, yang sebelumnya sebagai anggota Linmas untuk mengamankan jalannya Pemilu 2019,” papar Danis.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top