Hot News

Kasus Penodaan Agama yang Masih Diduga, Rocky Gerung; ‘Berdebatlah, Jangan Dipidanakan’

PIAH.COM – Rocky Gerung—seorang komentator politik yang diadukan atas dugaan penodaan agama—menurut rencana akan datang ke Polda Metro Jaya, Jumat (01/02), untuk mengklaritikasi ucapannya soal “kitab suci fiksi.”

Gerung akan diminta untuk mengklarifikasi seputar apa yang dituduhkan, kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Argo Yuwono.

Argo mengatakan proses penyelidikan masih panjang dan akan memanggil sejumlah saksi termasuk saksi ahli.

Pangacara Rocky, Haris Azhar, mengatakan, kalimat yang dijadikan landasan untuk melaporkan kliennya itu disebut di tengah sebuah forum.

“Menyebut kitab suci itu fiksi artinya sesuatu yang akan terjadi, kondisi di masa datang, kitab suci itu kan menjanjikan surga, dan lainnya,” kata Haris.

“Ada cara berpikir yang tidak dipahami bagi siapapun yang tidak setuju, jadi berdebatlah, jangan dipidanakan,” tambahnya.

Rocky dilaporkan oleh Jack Boyd Lapian, pendiri BTP (Basuki Tjahaja Purnama) Network dan Sekjen Cyber Indonesia, karena perkataannya di sebuah acara televisi pada 2018 lalu.

Jack mengaku laporan yang dilayangkan itu telah melalui konsultasi dengan ahli bahasa dan pakar dari sudut pandang agama, termasuk pemuka agama.

“Sudah jelas kitab suci itu mengacu kepada Alquran, Injil, Taurat, dan lainnya yang sesuai dengan Pancasila,” kata Jack.

Fiksi menurut hasil konsultasi dengan ahli bahasa, adalah rekaan. “Jadi di sini yang dinistakan bukan hanya satu aliran agama saja,” tambahnya.

Menurutnya, polisi juga sudah meminta keterangan dari pemuka agama dalam kasus ini, selama proses penyelidikan berlangsung. (ev/piah)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top