Edukasi

Katakan Tidak Untuk Rasis! Tak Ada Sekat Kesukuan dan Ras di Indonesia

Ketua MPR, Dr (HC) Zulkifli Hasan ( Foto : Istimewa )

PIAH.COM – Indonesia adalah negeri yang kaya, dengan penduduk yang beragam ras, suku, budaya maupun adat istiadat. Kendati demikian tidak pernah muncul sekat terhadap eksistensi suku dan ras di negeri ini. Semuanya memiliki hak dan kewajiban sederajad merawat dan menjaga NKRI.

”Seperti yang saya rasakan saat ini. Saya adalah orang Lampung yang boleh merasakan bekerja di Jakarta. Bahkan atas kepercayaan rakyat saya yang lahir di Pulau Sumatera diperbolehkan duduk menjabat sebagai pimpinan MPR yang lokasinya di Pulau Jawa,” tutur Ketua MPR, Dr (HC) Zulkifli Hasan, saat memberikan kuliah umum empat pilar kebangsaan di Untag, kemarin.

Forum itu juga mengundang Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Untag, Prof Dr Sarsintorini Putra, Rektor Untag, Dr Suparno, Anggota DPR, Yayuk Basuki, dosen dan mahasiswa.

Zulkifli Hasan menyampaikan bahwasanya keberagaman suku, bahasa, budaya, dan agama harus dipandang sebagai berkah yang luar biasa. Anugerah semacam ini tidak boleh disia-siakan. Sebab, banyak manfaat yang akan dirasakan bersama dengan hidup rukun dalam Bhineka.

”Saya juga melihat di Kampus Untag Semarang terdapat mahasiswa dari Papua, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Maluku dan sebagainya. Inilah Indonesia yang sesungguhnya, saling menghargai, menjaga dan melindungi,” tuturnya, di Aula Graha Kebangsaan.

Semua juga telah sepakat hidup di bawah naungan NKRI. Tak memandang dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Papua dan lainnya selama masih di Indonesia orang berhak hidup aman sejahtera dan mendapatkan hak yang sama.

Zulkifli pun meminta rakyat Indonesia kembali meneladani sikap para pahlawan yang berjuang demi bangsa ini. Hal itu juga untuk mencegah pemicu kebencian, permusuhan dan rasa curiga yang mungkin muncul.

Zulkifli yang juga merupakan Ketua Umum Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI)  menceritakan betapa dulu Soekarno, Hatta, dan pahlawan lainnya boleh berbeda pendapat tajam.

Tapi rasa persaudaraan sebangsa tetap utuh terjaga. Perilaku semacam ini yang butuh diteladani generasi masa kini dengan mengedepankan kepentingan bersama diatas pribadi, golongan, dan kelompok. (faj/piah)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top