Sains

Kenapa Kita Bisa Berbohong? Ini Fakta Ilmiah Menurut Para Ahli

Berbohong. Foto: ISTIMEWAH

PIAH.COM – Manusia pasti pernah berbohong, mulai dari kebohongan kecil hingga yang sangat besar. Mulai dari white lies yang diniatkan untuk kebaikan, sampai dirty lies yang memang untuk niat buruk. Herannya berbohong sudah dilakukan sedari manusia kecil hingga dewasa.

Meski sudah tahu akan berbuah masalah, tapi kenapa sering dilakukan? Ada penyebab kuat yang bisa dijelaskan secara ilmiah, kenapa seseorang sering berbohong. Ini alasannya, menurut para ahli!

Berbohong erat kaitannya untuk menjaga harga diri

Dilansir dari livescience.com, menurut Robert Feldman, seorang psikolog dari University of Massachusetts mengatakan bahwa berbohong berkaitan dengan harga diri. Seseorang akan berbohong segera setelah merasa harga dirinya terancam. Dia akan mulai berbohong berada di tingkat harga diri yang lebih tinggi. 

Meski begitu, gak semua kebohongan itu berbahaya karena bisa jadi untuk melindungi privasi

Ada alasan lain mengapa seseorang berbohong, yaitu untuk menjaga privasi. Itu bukanlah sesuatu yang berbahaya karena kadang berbohong adalah pendekatan terbaik untuk melindungi privasi diri sendiri dan orang lain dari kebencian. 

Kebohongan juga bisa berupa basa-basi sebagai bentuk kesopanan dan kebijaksanaan

Ada kalanya, kebohongan adalah basa-basi sebagai bentuk kesopanan dan kebijaksanaan dan orang lain akan menganggap itu sebagai sesuatu yang kurang serius. Hal tersebut sering terjadi di Indonesia mengingat banyaknya berbedaan budaya yang ada. Namun, itu bukan jadi soal. 

Akan tetapi, kebohongan yang memalsukan kebenaran itu berbahaya

Hindarilah untuk berbohong dengan cara memalsukan kebenaran karena hal itu berbahaya! Kebohongan semacam itu hanya akan merusak kepercayaan dan merenggangkan hubungan. Ini juga bisa menimbulkan kehancuran jika melibatkan makin banyak orang.

Manusia bisa menipu dirinya sendiri

Gak hanya manusia, hewan juga terlibat dalam kebohongan atau sengaja menyesatkan sesamanya. Namun, hanya manusia yang bisa menipu dirinya sendiri. Menurut riset yang dilakukan Feldman, manusia kadang gak bisa memisahkan kebenaran dan fiksi yang ada dalam pikirannya sendiri. 

Dalam eksperimennya, Feldman mempertemukan dua orang dalam satu ruangan. Perbincangan mereka direkam. Lalu, masing-masing diminta untuk mengidentifikasi apa saja dari perkataan mereka yang gak sepenuhnya akurat (Feldman menghindari istilah “berbohong”).  

Awalnya masing-masing yakin bahwa perkataannya akurat, namun setelah melihat video, masing-masing terkejut bahwa ada hal-hal yang gak akurat yang ia katakan. Salah satu contohnya ketika berpura-pura menyukai seseorang yang sebenarnya gak benar-benar disukai atau mengklaim dirinya sebagai bintang rock.

Selama 10 menit percakapan, 60 persen orang akan berbohong sekali

Dalam penelitian yang dipublikasikan Journal of Basic and Applied Psychology menunjukkan bahwa selama 10 menit percakapan, 60 persen orang akan berbohong sekali. Menurut Feldman, orang-orang berbohong secara refleks atau gak merencanakannya dalam kehidupan sosial mereka. 

Terdapat perbedaan berbohong antara pria dan wanita

Menurut Feldman, pria cenderung berbohong untuk membuat diri mereka terlihat lebih baik, sementara wanita cenderung berbohong untuk membuat orang lain merasa lebih baik. Itu berdasarkan kejadian mayoritas ya, tidak menutup kemungkinan pria dan wanita melakukan sebaliknya. (den/piah)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top