Sains

Kenapa Soft Drink Ketika Hilang Sodanya Terasa Aneh? Ini Penjelasannya

Soft Drink bersoda. Foto: ISTIMEWAH

PIAH.COM – Bayangkan kamu membuka sekaleng soft drink dingin di hari yang panas, kemudian meneguknya. Ah, rasanya begitu menyegarkan dan melegakan. Tapi, sebenarnya kenapa sih minuman ringan bisa begitu segar? Dan mengapa jika sudah terlalu lama di udara terbuka dan kehilangan sodanya, soft drink justru terasa aneh?

Sensasi gelembung yang meluap saat minum soft drink dikarenakan oleh karbon dioksida

Sensasi menggelitik dan “membakar” dari gelembung-gelembung soft drink sebenarnya dikarenakan kandungan karbon dioksida (CO2) yang ditambahkan pada saat proses pembuatan. Ternyata, reaksi kimia yang tercipta dari penambahan CO2 mampu dirasakan oleh lidah kita. Lantas apa dan bagian lidah mana yang menyebabkan *soft drink * begitu nikmat?

Indera pengecap asam kitalah yang bertanggung jawab

Penambahan karbon dioksida (CO2) pada soft drink bertujuan untuk menciptakan reaksi kimia dan menghasilkan asam karbonik (H2CO3) yang ternyata memiliki rasa dan sensasi tersendiri. Dilansir dari ncbi.nlm.nih.gov, sebuah penelitian dilakukan kepada beberapa tikus di mana indera perasa mereka telah dimodifikasi dan dibatasi. Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa indera perasa asam kita bertanggung jawab kepada rasa nikmat dan segar ketika kita meneguk soft drink.

Asam karbonik menyeimbangkan rasa manis pada soft drink

Rasa lain yang disebabkan oleh asam karbonik ini ternyata menyeimbangkan rasa pada soft drink sehingga kita bisa meneguknya tanpa rasa bosan. Namun, jika dibiarkan di udara terbuka terlalu lama, soft drink lama-kelamaan akan kehilangan asam karbonik ini. Nah, karena pada dasarnya soft drink memiliki kadar gula dan rasa manis yang tinggi, hilangnya asam karbonik akan membuat rasa soft drink tidak seimbang. Rasa manis soft drink menjadi benar-benar dominan dan menjadi aneh bagi kita.

Jika kamu minum obat untuk mabuk ketinggian, rasa soft drink akan berubah

Sebenarnya buka hanya pada soft drink saja, tapi pada semua minuman berkarbonasi seperti champagne juga. Dilansir dari npr.org, obat anti mabuk ketinggian ternyata memblokir enzim pada indera perasa sehingga lidah tidak dapat merasakan rasa karbonasi. Ketika hal ini terjadi, soft drink menjadi “tidak berasa” dan hambar, bahkan ada orang-orang yang mendeskripsikan rasanya seperti air kobokan.

Nah, sudah tahu kan mengapa kita harus cepat-cepat menutup botol soft drink jika tidak diminum? Biar makan enak, minumnya juga segar dong!. (den/piah)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top