Edukasi

Kisah Perjuangan Anak Buruh Tani di Duta Wisata Kabupaten Probolinggo

Maulidiya Sri Wulandari. ( Foto : Pantura7 )

PIAH.COM – Dengan kerja keras, menggapai mimpi bukan lagi hal yang mustahil. Walau tak mudah dan juga dihadang oleh keadaan ekonomi, anak seorang buruh tani ini membuktikan hasil perjuangannya, ia adalah Maulidiya Sri Wulandari.

Awal hanya anak buruh tani, dengan tekad kuat dan kegigihannya, dia berhasil masuk 10 besar Kakang Ayu atau Duta Wisata Kabupaten Probolinggo. Wulan, panggilan akrabnya, merupakan warga desa Penambangan, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo.

Setiap harinya, putri bungsu dari pasangan Sudiono (52) dan Susmiati (40) ini merupakan siswi di SMKN 1 Kraksaan.

“Saya tidak menyangka, masuk 10 besar dalam Duta Wisata ini,” jelas Wulan di Probolinggo.

Awal mula ia mengikuti Duta Wisata Kabupaten Probolinggo, dia mendapatkan informasi di sekolahnya.

“Saya dihubungi oleh guru saya, setelah guru saya tahu, kalau saya juga mendaftarkan diri sebagai Polisi Wanita (Polwan) di Polda Jatim,” ujarnya.

Sehingga, peserta Paskibraka 2018 ini dengan tekun mengikut sejumlah seleksi dan akhirnya lolos dan berhasil masuk babak final.

“Alhamdulillah, saya lolos ini berkat dukungan dari orangtua dan berkat dukungan dari kerabat saya juga, yang selama ini menyuport saya,” paparnya.

Untuk jejaknya akan menjadi anggota Polwan, gadis kelahiran 5 Mei 2001 ini, sudah masuk tahap ke empat dari 8 tahap.

“Kalau tes di Polwan, sudah sampai tahap ke 4. Semoga saja ada kabar baik,” jelasnya.

Kalau nantinya lolos dalam seleksi Duta Wisata tersebut, dia akan mempromosikan sejumlah wisata Kabupaten Probolinggo dengan segala destinasi cantiknya.

“Apalagi Kabupaten Probolinggo ini ada Endless Probolinggo. Wisatanya sungguh luar biasa. Kalau kiranya saya ditakdir, saya siap mempromosikan Wisata di Kabupaten Probolinggo ini,” pungkasnya. (faj/piah)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top