News

Kominfo Telah Blokir 500 Konten Terkait Teror Masjid Selandia Baru

Foto: Istimewa

PIAH.COM –Hari ini, Jumat (15/3) dunia dikejutkan dengan tragedi penembakan massal pada dua masjid di Christchurch, Selandia Baru. Sedikitnya 49 orang dinyatakan tewas dalam insiden berdarah ini, sedangkan puluhan lainnya luka parah. Sang pelaku juga melakukan aksi penembakannya dengan live streaming di Facebook

Sontak, video kekerasan tersebut pun menyebar ke seluruh media sosial. Untuk itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengimbau agar warganet dan masyarakat tidak menyebarluaskan atau memviralkan konten baik dalam bentuk foto, gambar, atau video yang berkaitan dengan aksi kekerasan berupa penembakan brutal yang terjadi di Selandia Baru.

“Kementerian Kominfo mendorong agar masyarakat memperhatikan dampak penyebaran konten berupa foto, gambar atau video yang dapat memberi oksigen bagi tujuan aksi kekerasan, yaitu membuat ketakutan di masyarakat,” kata Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu dalam keterangan resminya, Jumat (15/3).

Selain itu, Menteri kominfo juga menyebutkan bahwa Kominfo telah menapis 500 postingan di berbagai platform media sosial, Facebook, Instagram, twitter terkait video aksi penembakan di Selandia baru

“Berkaitan dengan tragedi berdarah di Selandia Baru, dengan ini Kominfo menyampaikan bahwa sejak Jumat siang ini telah menapis video rekaman penembakan yg beredar di internet dan media sosial. Sdh sekitar 500 posting yg ditapis dr berbagai platform sampai sore ini,” tulis Rudiantara melakui akun Twitter-nya.

Kementerian Kominfo juga terus melakukan pemantauan dan pencarian situs dan akun dengan menggunakan mesin AIS setiap dua jam sekali. Selain itu, Kementerian Kominfo juga bekerja sama dengan Polri untuk menelusuri akun-akun yang menyebarkan konten negatif berupa aksi kekerasan.

Kominfo juga mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan konten yang berkaitan dengan aksi penembakan dan kekerasan di selandia Barumelalui situs aduankonten.id atau akun twitter @aduankonten.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top