Edukasi

Menjaga dan Mencegah Anak-Anak Agar Tidak Terpengaruh Konten Hoaks di Media Sosial

Ilustrasi. Foto: Pusat Informasi Anti Hoax. Piah.com

PIAH.COM – Penyebaran berita bohong (hoaks/hoax) dan ujaran kebencian sudah berada dalam tingkat mengkhawatirkan. Untuk itu perlu edukasi dan kampanye sebar cinta dan damai di media sosial.

Lingkungan utama yang perlu disterilkan dari hoaks adalah keluarga. Perkembangan teknologi sekarang ini sulit mencegah seseorang tidak memiliki akun medsos. Terutama anak-anak. Perlu ditanamkan sedari dini agar mereka bisa memanfaatkan media sosial secara bijak.

“Meski sudah diperbolehkan memiliki akun medsos, tetapi anak dengan pengalaman masih sangat minim perlu diarahkan menggunakan medsos. Mereka perlu diperkenalkan dengan hal-hal yang memang berpotensi menimbulkan masalah ketika itu di-upload di medsos,” ujar Psikolog Anak dan Keluarga, Maharani Ardi Putri dalam keterangannya, Jumat (18/1).

Menurutnya, orang tua juga perlu mengajarkan kepada anak mengenai konten apa saja yang bisa diunggah dan tidak membahayakan.

“Jadi saya rasa hampir semua pendidikan bermula dari pendidikan keluarga, termasuk pendidikan dalam menggunakan internet yang bijak,” tuturnya.

Dikatakannya, agar lingkungan pekerjaan dan keluarga bisa hidup rukun dan damai perlu ada psiko edukasi atau pendidikan agar berinternet secara bijak. Ini penting agar masyarakat menjadi lebih paham dan sadar terhadap dampak dari hoaks dan ujaran kebencian.

“Ini harus dilakukan dalam setiap lapisan umur. Kenapa? Karena cara menangkap pesan-pesan atau pendidikan mengenai medsos ini tentunya berbeda-beda, harus disesuaikan dengan kapasitasnya, dengan bahasa yang kita gunakan, sehingga masyarakat menjadi lebih paham,” jelasnya.

Menurutnya, hoaks dan ujaran kebencian di medsos menjadi masalah besar bagi bangsa ini. Selain dapat memprovokasi dan menimbulkan perpecahan masyarakat, hoaks juga dapat menimbulkan dampak psikologis, sosial dan dampak fisik di lingkungan masyarakat.

“Dampaknya bisa banyak, karena itu kita harus mewaspadai masalah hoaks dan ujaran kebencian yang disebarkan melalui media sosial ini,” tandasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top