MITOS

Mitos Penyebab Pilek, dari Mandi Air dingin Hingga Minum Susu

Mitos soal Pilek. Foto: ISTIMEWAH

PIAH.COM –  Pilek merupakan penyakit yang umum dan dapat menimpa hampir semua orang di dunia ini. Meskipun penyakit yang umum, banyak orang yang masih salah kaprah tentang Pilek itu sendiri. Terutama mitos penyebab mengenai pilek hingga pengobatannya yang sampai saat ini dipercayai oleh orang banyak. Apa saja mitos tersebut? Yuk simak dibawah ini!.

Rambut basah bisa bikin pilek

Setelah kamu mandi dan keramas, mungkin ibumu pernah menyuruhmu untuk segera mengeringkan rambut dan jangan keluar rumah saat rambut masih basah karena khawatir akan terkena pilek. Benarkah rambut basah menyebabkan pilek?

Dilansir Huffington Post, tidak ada hubungannya antara rambut basah dengan pilek. Penyebab pilek adalah infeksi virus, dan itu tidak akan terjadi hanya karena rambutmu basah.

Keluar rumah saat udara dingin bikin pilek

Sama seperti penjelasan di atas, udara dingin tidak akan langsung membuatmu pilek karena tidak ada hubungannya antara udara dingin dengan infeksi virus penyebab pilek. Meski begitu, saat udara dingin, kamu sebaiknya tetap menggunakan jaket.

Menurut Health, udara dingin akan membuat sistem kekebalan tubuh melemah dan membuat hidung menjadi kering sehingga mudah terkena infeksi.

Namun, memakai jaket dan menghangatkan diri saja tidak cukup untuk menghindarkan diri dari flu. Hal yang paling penting adalah menjaga kebersihan diri untuk mencegah masuknya virus ke dalam tubuh.

Minum susu memperparah pilek

Saat anaknya menderita pilek atau asma, sebagian ibu sering kali menghindari pemberian susu karena khawatir susu menyebabkan produksi ingus lebih banyak dan memperparah pilek.

Menurut riset yang dilakukan Ian Balfour-Lynn, konsultan pernapasan anak dari Royal Brompton Hospital di London,  hal tersebut sebenarnya hanya mitos. Bahkan mitos tersebut berasal dari abad ke-13, tapi sayangnya masih dipercaya hingga saat ini.

Berkeringat membuat pilek cepat sembuh

Saat terkena pilek, salah satu cara pengobatan paling praktis yang akan dilakukan adalah memakai baju hangat dan selimut untuk membuat tubuh berkeringat. Berkeringat dipercaya dapat membantu agar pilek lebih cepat sembuh.

Sayangnya, Lisa Bernstein, asisten profesor kedokteran di Emory University, Australia, mengatakan kepada ABC bahwa hal tersebut adalah mitos. Hal ini karena pilek disebabkan oleh virus dan akan sembuh dalam beberapa hari atau minggu. Proses penyembuhan tidak akan bisa dipercepat dengan membuat tubuh berkeringat.

Antibiotik bisa menyembuhkan pilek

Hati-hati dengan antibiotik, karena pemakaian antibiotik sembarangan malah akan berbalik merugikan tubuh. Dilansir Psych Central, antibiotik tidak bisa digunakan untuk menyembuhkan pilek karena pilek disebabkan oleh virus sementara antibiotik hanya berfungsi untuk melawan bakteri.

Pemakaian antibiotik sembarangan dapat menyebabkan resistensi atau bakteri yang menjadi lebih kebal terhadap antibiotik sehingga menjadi lebih sulit diobati. (den/piah)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top