Hot News

Motif Dibalik Mengancam Akan Memenggal Kepala Presiden Joko Widodo!

PIAH.COM – Wakil Direktorat Kriminal Umum (Wadirkrimum) Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indardi mengatakan pihak penyidik tengah mendalami motif pria yang mengancam akan memenggal kepala Presiden Joko Widodo.

Ancaman tersebut disampaikan pria berkulit sawo matang tersebut saat melakukan aksi demontrasi di depan Gedung Bawaslu RI, Jumat, 10 Mei 2019.

Usai video berdurasi tidak lebih dari delapan menit tersebut beredar di media sosial salah satu peserta demonstrasi tuntut diskualifikasi Jokowi-KH Ma’ruf tersebut, penyidik Polri berhasil mengamankan Hermawan Susanto (HS) di kediaman orangtuanya di Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu pagi 12 Mei 2019.

Pasca penangkapan HS, penyidik pun mengaku masih mendalami motif dari HS, meskipun saat ditanya HS mengatakan hanya iseng semata.

“Kami sudah mendapatkan motif sementara dugaan HS melakukan aksi tersebut. Kemarin dibilang hanya iseng saja. Motif sesungguhnya masih sedang kita dalami,” kata AKBP Ade Ary Syam Indardi di Mapolda Metro Jaya, Senin, 13 Mei 2019.

Dalam video yang viral tersebut, pria kelahiran 8 Maret 1994 tersebut diduga melakukan ujaran bernada ancaman akan melakukan pembunuhan pada simbol negara yakni Presiden. Aturan tersebut karena Kepala Negara adalah simbol negara yang harus dilindungi seperti yang tertera di Pasal 104 dan Pasal 110 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHP).

“Kita jerat pasal 104/110 KUHP pasal 336 dan Pasal 27 UU ITE juga dianggap melakukan makar dengan mengancam presiden,” ujar Ade Ary Syam Indardi.

Sebelumnya, viral di media sosial vidio pria yang mangancam akan memenggal kepala presiden Jokowi. Pria di video tersebut diketahui berinisial HS (25) dan telah ditangkap polisi di Bogor pada Minggu, 12 Mei 2019.

Di hadapan polisi, HS mengaku khilaf dengan perbuatannya tersebut. Saat ini, HS tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolda Metro Jaya. (evo/piah)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top