News

NU dan MUI Serukan Masyarakat Tidak Terprovokoasi Isu People Power

Foto: Istimewa

PIAH.COM – NU dan MUI menolak upaya mendelegitimasi hasil pemilu 2019. Alasannya, pendelegitimasian tersebut dinilai banyak mudaratnya dan bisa memecah belah bangsa.

“Ya kami menolak segala bentuk deligitimasi hasil Pemilu 2019 ini. Baik dalam bentuk yang ramai disebut dengan istilah ‘people power’ atau apa pun namanya,” kata Kiai Ate Musodiq, Ketua NU Kota Tasikmalaya dan Ketua MUI Forum Kerukunan Umat Beragama dalam menyikapi isu akan adanya aksi massa besar-besaran pada 22 Mei mendatang di Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Indonesia, kata dia, telah beberapa kali mengalami sejarah people power. Terkenal pada tahun 1998 yang banyak menimbulkan korban jiwa.

“Akhir people power kerusakan dan Allah SWT tidak menyukai kerusakan,” ujarnya.

Untuk itu, NU dan MUI menghimbau umat agar seluruh masyarakat tidak terpengaruh isu Poeple Power atau alih-alih keadilan yang justru bisa berujung kemudaratan.

“Pemerintahan sekarang itu sah. Hasil pemilu juga. Hasil pilihan umat. Jika ada upaya penggulingan pemerintahan yang sah, berarti ada pemberontakan. Dan NU maupun MUI tidak menyetujui upaya pemberontakan yang awalnya gara-gara pemilu,” tuturnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top