News

Operasi Pencarian Lion Air JT-610 Diperpanjang 3 Hari, Basarnas Fokus Cari Korban

Foto : Istimewa

PIAH.COM – Badan SAR Nasional (Basarnas) memperpanjang waktu operasi pencarian pada jatuhnya Lion Air PK-LQP di perairan di Karawang, Jawa Barat.

Tim SAR akan fokus pada pencarian jasad korban dalam tiga hari kedepan. M. Syaugi mengatakan kalau sudah ada yang tidak dicari akan diselesaikan disaat itu juga.

“Yang utama adalah korban kalau kemungkinan masih ada, bisa ditemukan, diperpanjang lagi. Jadi kalau korban besok tidak dapat kita tunggu sehari lagi, kalau tidak ada ya kita tutup. Jadi kalau sudah ada yang tidak dicari ya kita selesai di situ,” ujar Kabasarnas Marsekal Madya M. Syaugi di dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (7/11/2018).

Syaugi mengatakan perpanjangan waktu tiga hari hanya dilakukan Basarnas. Sebab, temuan body part korban semakin sedikit.

“Sekarang (korban) masih ada lagi di laut belum tahu jumlahnya berapa, mengingat tren penemuan korban ini semakin menurun. Saya ingatkan lagi operasi perpanjangan ini khusus untuk Basarnas,” ucapnya.

Meski unsur operasi SAR berkurang, Syaugi memastikan pencarian yang dijalani Tim SAR tetap dilakukan secara optimal.  Sedangkan pencarian cockpit voice recorder (CVR) black box, ditegaskan Syaugi, menjadi ranah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Basarnas tetap membantu pencarian bila diminta.

“Jadi alat-alat itu adalah punyanya KNKT dan BPPT, bukan di Basarnas. Kita dalam rangka pencarian CVR mendukung (dengan) penyelam-penyelam. Jadi bukan Tim Basarnas tugasnya mencari CVR itu, tidak,” katanya.

M. Syaugi mengatakan untuk CVR itu kewenangan KNKT dan BPPT bukan Basarnas.

“Jadi polanya seperti itu, utama kita mencari korban, kalau itu sudah tidak ada lagi ya kita tutup. Tapi untuk CVR itu kewenangan KNKT dan BPPT, mereka memang meminta bantuan tim penyelam dan kami dukung,” ujar Syaugi. (faj/piah)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Right Menu Icon