News

Pemilu Damai 2019, Kampanye itu Harusnya Adu Gagasan Bukan Fitnah dan HOAX

Ilustrasi. Foto: Istimewa

PIAH.COM – Salah satu caleg DPR RI dari PDI Perjuangan, Mayjen (Purn) Andrie TU Soetarno bahwa politik di Indonesia akhir-akhir ini sudah sangat disesaki dengan saling serang personal dengan ujaran kebencian dan fitnah. Padahal seharusnya politik sebagai ajang kompetisi bisa dibalut dengan narasi yang positif untuk tujuan pembangunan bersama.

“Ada satu capres tapi menjelek-jelekkan saingannya, kalau ada itu saya enggak gubris. Karena dalam kompetisi bukan begitu. Tunjukkan dong konsep-konsepnya. Silahkan adu konsep, itu baru bagus,” kata Andrie dalam sebuah kegiatan di D Hotel, Jl Sultan Agung, Guntur, Setia Budi, Jakarta Selatan, Selasa (6/11/2018).

Ia juga menilai bahwa sejauh ini tudingan tentang personalitas Joko Widodo sebagai sosok yang anti Islam, kader PKI dan sebagainya pun telah terbantahkan begitu saja. Apalagi dalam pemaparan dalam buku “Keislaman Jokowi” karya Sri Yunanto yang disampaikan dalam kesempatan yang sama pula, Andrie menegaskan bahwa tidak perlu dibahas lagi.

“Keislaman pak jokowi sudah lengkap, karena kejadian-kejadian (fakta) itu ada dan ada beberapa testimoni. Baik dari tokoh dalam maupun tokoh luar negeri,” tuturnya.

Pun demikian, Andrie pun memberikan catatan kepada masyarakat bahwa apapun narasi negatif dan desdruktif yang bertebaran di media sosial seperti halnya dengan hoax dan hatespeech agar tidak digubris. Jika ini dilakukan maka potensi penyebaran narasi negatif maupun black campaign akan tereliminir dengan sendirinya.

“Saya muslim kayak kawan-kawan saya, kita diserang pakai ayat Al Quran tapi (hanya) dikutip. Kalau ikut partai tertentu tidak bela Islam dan sebagainya. Saya tidak ladenin karena berita-berita yang sampaikan di situ adalah hoax. Kalau dia muslim bener, itu gak begitu,” ujarnya.

Andrie meyakini sekalipun seseorang berkampanye dengan mengutip dalil tertentu namun sering menyebarkan hoax, maka itu bukanlah ajaran Islam yang sebenarnya.

“Saya yang dangkal ilmu agamanya saja saya tidak berbuat begitu (sebar hoax), karena saya sadar kalau itu hanya akan membuat musuh,” tegasnya.

Terakhir, bagi Andrie bahwa pertarungan politik adalah adu gagasan dan ide. Terlepas siapapun sosok yang didukung meskipun secara fisik tidak gagah dan tidak ganteng, bagi Andrie yang terpenting adalah komitmen dan mau bekerja untuk kepentingan rakyat.

“Kan jadi pemimpin tidak harus gagah, ganteng, putih, tinggi, itu gak penting. Yang penting dia pinter dan mau kerja, itu yang kita dukung menjadi pemimpin,” tutupnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Right Menu Icon