Edukasi

Penjual Mie Ayam Ini Gratiskan Dagangannya Untuk Pelanggan yang Hafal Alquran

Deky Hayub, penjual Mie Ayam Bahagia. ( Foto : Istimewa )

PIAH.COM – Deky Hayub, penjual Mie Ayam Bahagia yang menggratiskan dagangannya untuk penghafal satu juz Alquran, mengaku tidak pernah takut rugi.

Pria yang kerap dipanggil Asep ini mengaku sudah ada tujuh orang penghafal Alquran yang diberinya mie ayam gratis.

Meski warungnya tampak sederhana, sering kali pembeli datang di malam hari.

Banyaknya penghafal Alquran yang diberinya mie ayam gratis tak membuatnya merasa merugi.

“Kalau mikir rugi terus ya gak bisa memulai bersedekah. Tidak, saya tidak takut rugi. Ini jualan sekaligus mencari berkah,” ungkap Asep saat ditemui wartawan di warungnya, Jalan Menanggal V, Surabaya, Senin (13/8/2018).

Warung mie ayam milik Asep tepatnya berada di lingkungan Masjid Al Akbar, sekitar 300 meter dari Gedung Astranawa (Museum NU).

Suatu hari, sejam sebelum warungnya tutup, ada rombongan pembeli yang datang. Mereka naik sepeda motor, mengaku sebagai santri dari Nganjuk yang hendak ke Masjid Al Akbar Surabaya untuk menghadiri pengajian. Mereka sengaja berhenti karena melihat spanduk promosi yang dipasang Asep.

Awalnya para santri itu tidak percaya. Namun kemudian oleh Asep diyakinkan bahwa promosinya tidak main-main. Salah seorang santri lantas mulai melantunkan Surat Al Baqoroh di juz pertama.

Asep pun mendengarkan dengan seksama. Menurutnya, suara santri itu begitu syahdu.

“Tapi ujung-ujungnya dia nggak mau gratis mas, tetap bayar. Sungkan karena katanya saya PKL (Pedagang Kaki Lima). Saya bilang kalau ke Surabaya mampir lagi. Saya ingat wajahnya meskipun nggak dicatat siapa-siapa saja yang hafal 1 juz. Ini sudah komitmen saya untuk bersedekah,” tutur pria berusia 40 tahun tersebut.

Asep yakin, promosi yang diberikannya kepada para penghafal Alquran akan memberi berkah. Bukan semata-mata uang, tapi juga kepuasan batin. Dirinya sangat termotivasi oleh semangat para penghafal Alquran.

“Saya ingin memotivasi pedagang lain, pedagang besar. Kalau berdagang itu tidak hanya meraup keuntungan, tapi juga membagi rezeki,” kata dia. (faj/piah)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Right Menu Icon