News

Penuh Kontroversial, Pro dan Kontra Membawa Durian Masuk ke dalam Pesawat

Ilustrasi. Foto: Istimewa

PIAH.COM – Sejumlah penumpang maskapai penerbangan Sriwijaya Air jurusan Bengkulu-Jakarta protes. Mereka tak nyaman dengan bau menyengat durian di dalam pesawat.

Kejadian pada Selasa (6/11/2018) ini membuat para penumpang sempat bersitegang dengan petugas Sriwijaya Air yang ngotot tetap ingin mengangkut durian tersebut. Akhirnya, penumpang turun dan menolak terbang sebelum durian ditaksir mencapai 3 ton diturunkan.

Kejadian tersebut menggambarkan, durian buah yang kontroversial. Di satu sisi banyak orang yang menyukainya, tapi di sisi lain tak sedikit orang muak dengan baunya yang menyengat. Namun, apakah boleh penumpang membawa buah durian di dalam pesawat?

Prosedur membawa barang di pesawat diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 80 Tahun 2017 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional. Dalam aturan itu, terdapat beberapa daftar yang tidak diboleh dibawa dalam pesawat.

Barang-barang tersebut di antaranya, alat peledak, senjata, alat-alat berbahaya seperti senjata mainan, barang bebahaya atau dangerous good yang meliputi bahan peledak, barang yang mudah terbakar, bahan beracun yang menular, dan bahan zat berbahaya.

Daftar barang tersebut dilarang dibawa ke dalam pesawat. Petugas akan menyita barang tersebut, jika penumpang memaksa untuk bawa barang-barang tersebut ke dalam pesawat.

Namun dalam aturan tersebut, durian tidak termasuk dalam daftar berbahaya. Sehingga, durian boleh dibawa penumpang ke dalam pesawat.

Jika merujuk sesuai aturan keselamatan penerbangan, barang-barang yang diperbolehkan dibawa ke dalam pesawat adalah barang tak termasuk ke dalam kategori berbahaya (dangerous goods item). Barang-barang yang berbau menyengat juga tak diperkenankan dibawa, misalnya, durian, yang akan mengganggu kenyamanan penumpang.

Selain itu, sesuai Peraturan Pemerintah RI No. 3 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan RI dan Surat Keputusan Dirjen Perhubungan Udara Nomor 2765/12 Tahun 2010) dilarang keras membawa senapan angin ke dalam pesawat, kecuali senapan anginnya di bawah 4,5 inchi dan dimasukkan ke dalam bagasi, serta dalam keadaan kosong tanpa peluru.

Dikutip dari laman kompastravel, Jumat (12/2/2016), Benny Siga ButarbutarBenny Siga Butarbutar yang saat itu berposisi sebagai Petugas Humas Indonesia National Air Carrier Association (INACA) menyatakan bahwa penumpang diizinkan membawa buah durian untuk oleh-oleh saat menaiki pesawat. Pengemasan buah durian menjadi kunci utama jika ingin membawa durian di pesawat.

“Kita tidak melarang membawa durian. Kalau mau bawa durian, silakan untuk membawa asal tidak menimbulkan bau,” kata Benny

Menurut Benny, hal yang dilarang adalah ketika membawa durian ke dalam kabin pesawat. Menurut dia, hal itu akan mengganggu kenyamanan penumpang lain dan membuat bau durian yang menyengat menempel di bagian dalam pesawat.

“Karena kalau sudah menempel, akan sulit hilang. Nanti bisa dikomplain oleh penumpang lain. Kan ada juga yang enggak suka dengan bau tersebut,” jelasnya.

Benny menyarankan penumpang untuk mengemasi buah durian dengan rapi sampai tidak menimbulkan bau jika ingin tetap membawa durian sebagai oleh-oleh. Pengemasan durian tersebut agar nantinya bau buah tidak merembes ke kabin pesawat.

Senada dengan Benny, Head of Secretary and Legal PT Angkasa Pura II Agus Haryadi mengatakan bahwa durian adalah salah satu barang yang dilarang dibawa naik ke dalam pesawat karena tergolong mengganggu kenyamanan penumpang lain.

Namun demikian, lanjut Agus, penumpang bisa membawa buah durian dan diletakkan di dalam bagasi.

“Kalau naik ke bagasi, harus ada pengepakan khusus supaya gak berbau. Seperti saya suka bawa dari Medan, penjualnya sudah tahu cara pengemasannya untuk pesawat,” ungkapnya.

Selain buah durian yang dilarang masuk, terdapat pula buah nangka dan terasi yang dilarang masuk ke dalam pesawat.

Untuk kategori barang-barang berbahaya yang dilarang masuk yaitu seperti benda-benda berbahan gas, benda tajam, alat tumpul yang berpotensi menyebabkan cedera, senjata dan bahan peledak, serta cairan lebih dari 100 ml.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Right Menu Icon