Anti Berita Hoax

Polisi Ciduk 12 Tersangka Penyebar Hoax, Masih Berani Sebar Berita Palsu?

( Screenshot : Piah/@divisihumaspolri )

PIAH.COM – Divisi Humas Markas Besar Polri merilis 12 tersangka penyebaran berita bohong atau hoaks terkait penculikan anak dan jatuhnya pesawat Lion Air.

Dalam data sebanyak 10 orang diduga menyebarkan hoaks terkait penculikan anak, sementara dua lainnya soal pesawat Lion Air.

Mereka yang ditangkap terdiri dari 6 orang laki-laki dan enam orang perempuan.

Berdasarkan data Badan Reserse Kriminal Polri yang disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo, 10 akun yang menyebarkan hoaks memiliki motif agar masyarakat lebih waspada.

“Hati-hati penculikan anak udah sampai Bandung. Bila ada yang minta baju bekas buat gempa itu hanya modus saja. Perhatikan foto 5 orang ini status masih dicari,” demikian unggahan salah satu tersangka, Tintin Kartini (34 tahun) dalam keterangan tertulis Bareskrim Polri pada Selasa, 6 November 2018.

Sementara, sembilan pelaku penyebar hoaks Penculikan Anak lainnya adalah :

  1. Darmawan (41) (Hoax penculikan anak)
  2. El Wanda (31) (Hoax penculikan anak)
  3. Rahmat Azis (33) (Hoax penculikan anak)
  4. Jefri Hasiholan (31) (Hoax penculikan anak)
  5. Nurdin (23) (Hoax penculikan anak)
  6. Oktavianti (30) (Hoax penculikan anak)
  7. Tintin (30) (Hoax penculikan anak)
  8. Nurmiyati (34) (Hoax penculikan anak)
  9. Usman (28) (Hoax penculikan anak)

Juga memiliki motif serupa, yakni menyampaikan agar orang lain waspada atas isu penculikan anak. Padahal isu maraknya penculikan anak tersebut menurut Polri adalah bohong.

Sementara dua penyebar hoaks jatuhnya Lion Air mengunggah visual palsu berupa detik-detik jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 PK-LQP di teluk Karawang pada 29 Oktober 2018. Motifnya pun serupa, yakni ‘Menyampaikan Bela Sungkawa pada Keluarga Korban Lion Air’.

“Hanya sebatas untuk menunjukkan keprihatinan dan turut berbela sungkawa atas kejadian kecelakaan tersebut,” ujar Sumiati (33 tahun) dan Anisah (30 tahun) saat diperiksa Bareskrim Polri terkait hoaks pesawat Lion Air.

Meski memiliki motif yang tergolong positif, Dedi menuturkan para tersangka tetap dikenakan Pasal 14 ayat (2) Undang-Undang No. 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Melalui laman instagram @divisihumaspolri memberikan klarifikasi.

Kepolisian memastikan berita penculikan anak yang saat ini meresahkan masyarakat adalah kabar hoax.

“POLRI KLARIFIKASI BERITA PENCULIKAN ANAK HOAX.

Terkait beredarnya isu penculikan anak yang akhir-akhir ini marak di media sosial, Polri menyatakan bahwa berita tersebut ialah hoax.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M., mengatakan, hoax yang beredar terkait cerita penculikan anak dan pencurian organ tubuh yang tidak pernah terjadi.

“Dari hasil pengecekan kejadian dapat disimpulkan foto yang ditampilkan baik tersangka maupun korban memang benar tetapi tidak sesuai dengan fakta kejadian sebenarnya,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri”. (faj/piah)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Right Menu Icon