News

Polres Ciamis Ciduk Penghina Polisi di Media Sosial, Tersangka dikenai UU ITE

Foto : Istimewa

PIAH.COM – HS (27), warga Desa Langkapsari, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis ini berhasil di ciduk Tim Cyber Polres Ciamis, Polda Jawa Barat lantaran kedapadat menulis ujaran kebencian terhadap polisi melalui media sosial Facebook.

Pemilik akun Han Sen Keris ini mengunggah tulisannya karena merasa sakit hati setelah ditilang dalam Operasi Zebra. Tersangka tidak hanya mengunggah foto anggota polisi yang tengah melaksanakan Operasi Zebra, akan tetapi juga menambah caption yang berupa ujaran kebencian kepada polisi.

Dalam tulisannya yang berbahasa sunda itu, tersangka mencaci maki dan menyumpahi mati polisi. Mendapati ujaran kebencian , tim khusus Cyber Satreskrim Polres Ciamis, akhirnya melakukan penyelidikan hingga berhasil menemukan sekaligus menangkap pelaku.

“Satreskrim Polres Ciamis berhasil mengungkap tindak pidana barang siapa tanpa hak sengaja untuk menyebarkan informasi elektronik pencemaran nama baik dan penghinaan,” tegas Kapolres Ciamis, AKBP Bismo Teguh Prakoso, Senin (5/11/2018).

“Tersangka dikenai UU ITE (Infromasi dan Transaksi Elektronik),” sambungnya.

Dari hasil pemeriksaan, alasan tersangka mengunggah ujaran kebencian tersebut karena kesal terhadap polisi. Saat petugas tengah menggelar Operasi zebra di wilayah Banjarsari, tersangka terjaring lantaran tidak dapat menunjukkan surat kendaraan maupun SIM

“Tersangka ditilang karena banyak kesalahan, tidak membawa SIM , STKN, selain itu juga tidak mengenakan helm pengaman. Sepeda motornya juga protolan. Siang hari nya, tersangka menulis ujaran kebencian,” urai Kapolres.

Selain ujaran kebencian, tulisan lain yang dibuat tersangka juga mengandung provokasi yang berpotensi membenturkan dengan instansi lain. Untuk memastikan konten yang dibuat tersangka mengandung ujaran kebencian atau tidak, polisi sudah minta pendapat dari tenaga ahli.

“Kami juga konsultasi dengan ahli untuk menilai tulisan yang dbiuat tersangka. Kami juga minta masyarakat tidak memposting atau meluapkan kebencian maupun provokasi melalui media sosial,” tuturnya.

Didampingi Kasat Reskrim AKP Hendra Virmanto dan Paur Humas Iptu Iis Yeni, Kapolres menyatakan tersangka HN dijerat dengan Pasal 27 ayat (3) jo pasal 45 ayat (3) UU nomor 9 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ancaman hukumkannya 4 tahun penjara dan atau denda Rp 760 juta.

Sementara itu, HS menyatakan minta maaf atas perbuatannya dan mengaku menyesal karena telah menulis ujaran kebencian di akun facebooknya itu. (yan/piah)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Right Menu Icon