News

Polres Wonosobo Tangai Tiga Tersangka Kasus Penyebaran Hoax Penculikan Anak

Foto: Istimewa

PIAH.COM – Polres Wonosobo saat ini tengah memeriksa tiga kasus dugaan penyebar berita bohong alias hoax, mengenai kasus penculikan anak di wilayah Wonosobo yang santer beberapa hari terakhir. Informasi hoax penculikan anak saat ini menjadi penanganan di tingkat Mabes Polri.

Masyarakat diminta tak ikut serta menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya, belum terkonfirmasi, apalagi yang menyangkut hal-hal yang bisa membuat masyarakat menjadi panik.

Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras menyebutkan saat ini Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Wonosobo tengah memeriksa tiga kasus terkait penyebaran berita hoax.

Pendalaman masih dilakukan guna mengetahui motif yang dilakukan dalam penyebaran informasi yang menyesatkan, bahkan membuat masyarakat menjadi panik dan takut.

“Kewaspadaan perlu dilakukan masyarakat, tetapi jangan sampai menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” tutur dia.

Pihaknya meminta masyarakat untuk selektif dan tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang tidak benar, apalagi tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenaran sumbernya. Ini terutama bagi para pengguna media sosial (medsos).

Karena makin berkembangnya teknologi, berpengaruh besar pada makin banyak informasi yang menyebar begitu cepat. Jadi sulit mencari tahu mana berita yang benar-benar fakta atau hanya menciptakan suasana tidak kondusif.

“Jadi kami minta mari kita bersama-sama perangi hoax. Jangan sampai kita malah menjadi penyebar hoax dan akan menyesal dikemudian hari. Kami memastikan beberapa informasi terkait penculikan anak di wilayah Wonosobo adalah hoax. Karena dari keterangan yang dihimpun di lapangan, keterangan satu saksi dan lainnya berbeda-beda. Ini juga terjadi di daerah lain, bukan hanya di Wonosobo, bahkan sudah menjadi penanganan di pusat,” ungkap Kapolres Abdul Waras, Selasa (6/11) siang.

Menurut dia masyarakat harus lebih paham terkait berita-berita hoax, mengandung ujaran kebencian, fitnah dan lainnya serta tidak terprovokasi dengan isu hoax yang menyebar. Penyebar isu hoax di medsos, tentu menimbulkan keresahan masyarakat dan mengganggu ketertiban.

Karenanya pihaknya tidak segan-segan menindak siapa saja penyebar hoax. Karena saat ini sudah ada payung hukumnya, yakni Undang Undang Nomor 19/2016/ pasal 45 dan 45 A tentang perubahan/ atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Diharapkan, seluruh elemen masyarakat ikut serta memerangi berita hoax tersebut dan apabila diketahui atau melihat hal-hal yang dianggap mencurigakan, agar segera menghubungai pihak berwajib, baik Polres ataupun Polsek setempat untuk ditindaklanjuti.

“Saya berharap masyarakat dapat lebih selektif dengan berita yang diterima serta masyarakat dituntut cerdas dalam bersosial media,” tutur orang nomor satu jajaran Polres Wonosobo itu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Right Menu Icon