News

Sarasehan FKUB, Semua Pimpinan Umat Beragama Sepakat Meredam Hoax

Foto: Istimewa

PIAH.COM – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Karangasem menggelar sarasehan di aula Kantor Bupati Karangasem, Jalan Ngurah Rai Amlapura, Senin (10/6).

Undangan yang dihadirkan yakni FKUB pusat dan pimpinan umat se-Karangasem. Tujuannya mencari solusi meredam berita hoax di media sosial (medsos) yang sifatnya provokasi. Semua pimpinan umat sepakat agar berita medsos yang provokatif tidak ditanggapi, meski mengarah ke sentimen agama.

Ketua FKUB Pusat, Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet, juga mengingatkan agar politisi tidak mengangkat isu agama ke dalam politik dan isu agama ke dunia ekonomi.

Dikatakan, cara paling ampuh menghadapi medsos yang menyebarkan provokasi dengan tidak memberikan tanggapan, tidak memberikan komentar. Jika semua pengguna medsos demikian, maka para provokator akan tidak bisa berkutik menyebarkan berita hoax tersebut.

Disebutkan, semakin banyak memiliki umat di agama tertentu, semakin berat membina umatnya. Sebab semakin banyak yang berbuat kejahatan. Tetapi banyak pula umat di dalamnya yang berbuat baik. Bagi yang umatnya sedikit, otomatis sedikit yang berbuat tidak baik, sedikit pula yang berbuat baik.

“Jangan bermain-main membawa isu agama ke politik, disebarkan melalui medsos. Jika isi medsos provokatif, sebaiknya jangan ditanggapi,” pintanya.

Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet menambahkan, sebenarnya yang terjadi selama ini tidak ada penistaan agama. Hanya perilaku umat kurang baik itulah yang mempermasalahkan, dijadikan isu penistaan agama.

Hadir di acara itu, Ketua FKUB Karangasem I Made Sudiarsa, Kepala Kantor Kementerian Agama Karangasem Dr Ni Nengah Rustini, MUI Karangasem M Taufik Ariadi, Walubi Pendeta Karyana Govinda, Mataqin JS Adinatha, dan tokoh lainnya. Moderator I Wayan Arsiawan Adi.

Kepala Kantor Kemenag Karangasem, Dr Rustini memberikan jurus ampuh menghadapi medsos provokatif. Caranya mengendalikan diri dilandasi amanat Tri Kaya Parisudha yakni berpikir, berkata, dan berbuat yang baik.

“Medsos provokatif tidak perlu ditanggapi, tidak bermanfaat untuk kita, intinya kita jangan terpancing,” ajaknya.

Medsos negatif adalah godaan masa kini di zaman teknologi yang semakin canggih, dan begitu cepat menyampaikan informasi. Itulah sebabnya, pemerintah sempat menutup medsos beberapa hari agar tidak terjadi berita-berita provokatif.

Perwakilan Forpela (Forum Perempuan Lintas Agama) Karangasem, Ni Luh Sukerti mengapresiasi pertemuan itu, terutama solusi menghadapi medsos provokatif yang didapatkannya.

“Baru kali ini kami dapatkan solusi menghadapi medsos provokatif dengan cara tidak terpancing dan tidak ikut menanggapi,” kata Luh Sukerti.

Hal senada diungkapkan peserta sarasehan, Made Wardana dari PHDI Karangasem.

“Kalau bukan areal kita, memang sebaiknya tak usah dikomentari,” jelasnya.

Wardana mengaku gara-gara medsos, hubungan pertemanan yang dimiliki jadi renggang

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top