Hot News

Selepas Vlog Bareng Jokowi Agnezmo Berpose Dua Jari Ala Prabowo, HOAKS!

PIAH.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) diajak membuat video blog atau ngevlog bareng dengan Agnez Mo.

Peristiwa tersebut terjadi ketika Agnez bertemu dengan Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10/2019).

Pertemuan yang berlangsung sekira 30 menit itu, selain berdiskusi soal generasi muda, Agnez juga sempat membuat video blog atau ngevlog dengan Presiden Jokowi.

Suasana “nge-vlog” itu terlihat dari beberapa foto yang diunggah akun tersebut. Agnez yang dibalut t-shirt putih dan rok hitam tampak memegang kamera.

Sementara Jokowi yang mengenakan kemeja batik di sampingnya tersenyum ke arah kamera. Foto yang lain menunjukkan Agnez dan Jokowi sibuk berbincang sambil berjalan di sebuah ruangan.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yang turut hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan Presiden memiliki gagasan besar untuk manajemen talenta nasional.

Terlebih lagi terlihat sangat akrab saat mengobrol bersama di meja maupun pada saat nge-vlog. Sontak saja foto tersebut mendapat banyak respons dari para pasangan mata.

“Presiden berbincang mengenai motivasi @agnezmo yang sukses berkarir di dunia Internasional,” tulis akun tersebut.

Sebelumnya, Agnez mengaku disupport dukungan dari Jokowi untuk penghargaan Social Star Award di ajang iHeartRadio Music Awards 2019, di mana Agnez menjadi salah satu nomine

Selepas pertemuan antara agnezmo dengan pak jokowi ini sontak menjadi viral bukan terkait vlog yang dilakukan oleh merek, tetapi beredarnya video yang memperlihatkan agnez memamerkan dua jari.

Dalam video yang terdapat di akun youtube itu dianggap kejadian tersebut adalah hari yang sama, terlihat agnez yang sedang shopping day in jakarta mall dengan terlihat bercanda menampilkan kekamera menunjukan tangan dua jari yang ia perlihatkan.

Sontak hal ini menjadi sasaran netizen, tetapi kebenarannya bahwa hal ini tidak benar, video yang diunggah di bulan Maret tahun lalu, dihubung-hubungkan dengan peristiwa yang terjadi di tanggal 11 kemarin.

Serta berbedanya narasi yang tidak sesuai dengan konteks video yang sebenarnya, untuk memelintir dan membangun premis bahwa video dibuat setelah pertemuan selesai. (evo/piah)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top