News

Seruan Waketum Gerindra untuk Boikot Bayar Pajak, Konyol, Tidak Masuk Akal dan Berbahaya

Foto: Youtube/matanajwa

PIAH.COM – Wakil Ketua Umum Partai berlambang kepala Burung Garuda Merah (Gerinda) Arief Puyuono, menyerukan kepada masyarakat terutama para pendukungnya untuk memboikot pemerintah dan tidak membayar pajak.

Hak tersebut sebagai sikap dan bentuk penolakan terhadap legitimasi pemilu Pilpres 2019 yang telah digelar dan sedang dalam proses finalisasi penghitungan suara. Dimana koalisi pemdukung paslon 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengaku dirugikan dengan sejumlah kecurangan, menurut mereka.

Menanggapi hak itu, Pengamat perpajakan Yustinus Prastowo mengatakan bahwa sikap yang disuarakan oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerinda tersebut termasuk tindakan konyol dan berbahaya.

“Tentu saja ajakan ini selain konyol, juga berbahaya,” katanya di Jakarta (15/5/2019), seperti yang dikutip dari laman akurat.

Menurutnya memboikot pajak tidak saja buruk secara moral tetapi juga merugikan kepentingan nasional. Pasalnya memboikot pajak dapat berdampak sebagian besar rakyat Indonesia yang selama ini menikmati layanan publik seperti kesehatan, pendidikan, subsidi, dana desa, dan lainnya.

Belum lagi belanja infrastruktur, pertahanan, keamanan, birokrasi, dll. Dengan kata lain, ajakan memboikot pajak adalah ajakan memperburuk keadaan yang merugikan rakyat Indonesia.

Yustinus menyindir sebab menurut literatur dan praktik terbaik, civil disobedience termasuk di dalamnya tidak membayar pajak hanya legitimate secara moral jika pemerintah yang memungut pajak berperilaku korup, melanggar HAM, otoriter, dan tidak akuntabel.

Ia menegaskan bahwa corak praktik pajak yang melenceng seperti penjelasannya tidak terjadi di zaman pasca orde baru, yang artinya masa pemerintahan BJ Habibie hingga Joko Widodo (Jokowi).

“Ciri corak demikian dengan amat mudah dikenali tidak terdapat pada rezim pemerintahan pasca Orde Baru,” katanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top