Tekno

Susah Kirim-Terima Gambar dan Video di WhatsApp? Menkominfo: Kami Juga Sama

Foto : Istimewa

PIAH.COM – Banyak masyarakat yang mengeluh soal sulitnya berkomunikasi pasca dibatasinya akses ke media sosial dan WhatsApp oleh pemerintah. Warganet pun beramai-ramai bertanya tentang kapan pemerintah membuka akses kembali ke media sosial.

Menerima keluhan tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, berkata bahwa ia belum bisa memberikan kepastian. Seperti sebelumnya, pihak pemerintah masih melihat situasi dan kondisi.

“Saya pribadi sih ingin secepatnya (pembatasan dicabut), karena saya sendiri juga kesulitan melihat foto dan video di WhatsApp yang dikirimkan teman-teman,” ungkap pria yang kerap disapa Chief RA ini, Jumat (24/5/2019).

“Kalau bisa hari ini, ya hari ini kami buka. Tapi kan kami harus lihat situasinya, pertimbangan berbagai aspek. Kami ingin secepatnya,” tambahnya.

Diketahui, ada enam layanan yang aksesnya dibatasi saat ini, yaitu Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, Line, dan WhatsApp. Ada pun yang dibatasi pada dasarnya hanya sebatas gambar dan video saja, sementara teks dan panggilan telepon tetap bisa digunakan pada keenam layanan itu.

Upaya pembatasan ini dilakukan untuk mengurangi provokasi dari aksi yang terjadi beberapa hari lalu. Mengacu pada faktor psikologis, emosi masyarakat gampang tersulut setelah melihat foto dan video.

“Kalau teks orang akan membaca dulu, ada kesempatan berpikir, menilai benar atau salah, sesuai hati nurani atau tidak,” kata Rudiantara.

Menkominfo juga mengungkap kenapa Telegram tidak diblokir seperti WhatsApp. Ini lantaran layanan pesan buatan Pavel Durov itu menggunakan IP Base bukan DNS seperti halnya WhatsApp.

Itu membuat penanganan Telegram berbeda dengan WhatsApp. Selain itu Kominfo punya kerjasama dengan Telegram dalam meng-address konten-konten melanggar aturan.

“Masa saya blok semua, ya janganlah,” tegas Rudiantara. (faj/piah)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top