News

Terjadi Kenaikan Tarif Kargo Udara Dipandang Karena Sektor Kurs AS

PIAH.COM – Pihak badan usaha angkutan udara menyebutkan, kenaikan tarif kargo udara merupakan imbas kenaikan harga bahan bakar dan menyesuaikan kurs dolar Amerika Serikat (AS).

Hal itu mengemukan saat pertemuan antar stakeholder bisnis kargo udara yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Keamanan Penerbangan di Jakarta kemarin.

Pertemuan dihadiri oleh pihak Garuda Indonesia, Lion Group, Sriwijaya, Angkasa Pura I dan II, Asosiasi Logistik dan Forwader Indonesia (ALFI) dan Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (Asperindo).

Dalam pertemuan tersebut Direktorat Jenderal Perhubungan Udara meminta semua pihak menyampaikan hal-hal penyebab kenaikan tarif kargo.

Sedangkan Asperindo dan ALFI menyampaikan kenaikan tarif kargo (SMU Kargo) yang terjadi beberapa kali tanpa ada komunikasi kepada pihaknya. Jadi anggota asperindo menyesuaikan tarif kargo udara. Hal ini menyebabkan terjadinya keluhan dari masyarakat khususnya para pelaku UMKM.

Direktur Keamanan Penerbangan, Dadun Kohar menginstruksikan, agar seluruh pihak yang terkait untuk  berkonsolidasi dan komunikasi secara intensif untuk mencari solusi yang terbaik antara pelaku bisnis pengiriman dan badan usaha angkutan udara.

Dalam pertemuan tersebut  disepakati akan diadakan pertemuan lebih lanjut, dan hasilnya akan dilaporkan kepada Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti. “Kembali akan dilakukan konsolidasi antara pengangkut dalam hal ini badan usaha angkutan udara dengan pihak pelaku bisnis pengiriman kargo,” ungkap Dadun.

Sebagai regulator Ditjen Perhubungan Udara tidak mengatur tarif kargo karena hal ini didasari oleh UU Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan, pasal 128 ayat (1) tentang tarif penumpang pelayanan non-ekonomi angkutan udara niaga berjadwal dan angkutan kargo berjadwal dalam negeri ditentukan berdasarkan mekanisme pasar.

Sedangkan ayat (2) menyatakan, tarif angkutan udara niaga berjadwal dan angkutan kargo berjadwal dalam negeri ditentukan berdasarkan kesepakatan antara pengguna jasa dan penyedia jasa angkutan. (evp/piah)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top